Whitstleblower Edward Snowden yang membuat heboh dengan bocoran PRISM, kembali buka suara soal dokumen yang dimilikinya terkait aksi mata-mata pemerintah Amerika Serikat (AS).
Kali ini Snowden berbicara dengan media lokal Hong Kong, Sunday Morning Post. Dia menyerahkan dokumen rahasia yang rupanya mengungkap serangan luas terhadap China Mobile, China Mobile dan China Unicom.
Ketiga operartor ini merupakan operator yang melayani pelanggan seluler di China, yang bila digabungkan jumlahnya bisa mencapai 1 miliar orang lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, menurut dokumen yang dimiliki oleh Snowden, pemerintah AS melalui NSA juga menyerang Tsinghua University, yang merupakan salah satu institusi akademik terkemuka di China.
Serangan juga dilakukan NSA ke jaringan milik China Education and Research Network, yang merupakan satu dari enam backbone di negeri Tirai Bambu tersebut.
Aksi serangan tersebut sengaja dilakukan juga dengan tujuan sama, agar memungkinkan NSA mengakses data internet dari ratusan juta warga China.
Pemerintah AS juga dikatakan telah menargetkan pengelola jaringan kabel bawah laut raksasa asal Hong Kong Pacnet, yang menghubungkan operator China antara pelanggan dan menjalankan jaringan luas di seluruh Asia Pasifik.
(tyo/ash)