Walau sudah mempunyai lembaga seperti Id-SIRTII/CC (Indonesia Security Incident Respont Team on Internet/ Cordinator Center), namun bukan berarti peran serta masyarakat untuk menangkal serangan di dunia cyber diabaikan.
Nah, saat ditanya apakah ada bentuk lain seperti merangkul hacker untuk membantu tugas Id-SIRTII di suatu waktu. Ketua Id-SIRTII Rudi Lukmanto tidak menampiknya.
"Kita menggelar Kompetisi Jawara Cyber yang dimulai sejak Senin kemarin, salah satunya itu (merangkul hacker-red). Bukan tidak mungkin di masa yang akan datang, pemenangnya bisa kita rangkul untuk kita pekerjakan," tukasnya, di sela-sela pembukaan, di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, walau sama-sama mengoprek situs tertentu, sejatinya ada dua tujuan dari kelompok yang disebut hacker, yakni mengoprek untuk tujuan baik atau negatif.
"Maka dari itu syarat dari kompetisi ini tidak rumit, asalkan berusia 18 tahun ke atas saja. Mau dia punya pekerjaan atau pengangguran sekalipun, sekalian saja ikut. Asal punya kemampuan," sebutnya lagi.
Saat ini sudah ada 50 kelompok yang berisikan anggota rata-rata 5 sampai 6 orang yang mengikuti kompetisi ini. Pemenang akan mengikuti kejuaraan tingkat Asia Pasifik dan dunia Cyberlympics. Dimana dalam kompetisi tersebut terdapat 4 tahapan, Computer Network Defence, Capture The Flag, Penetration Testing dan Forensic.
Dalam kompetisi yang digelar bersamaan dengan seminar sosialisasi mengenai pentingnya penanganan ancaman serangan cyber ini, Huawei menilai bahwa keamanan dunia maya merupakan isu yang mendesak.
"Huawei berkomitmen untuk berbagi sumberdaya dan keahlian kami guna mengembangkan kerangka kerja bersama guna mengatasi berbagai tantangan keamanan dunia maya," tegas CEO Huawei Indonesia Li Wenzhi.
(ash/ash)