Beragam aksi usil lainnya pun bisa dilakukan, misalnya menginstruksikan ponsel untuk mengirim SMS tanpa seijin pemiliknya.
Tak hanya mengirim SMS, si pembajak juga bisa melakukan panggilan telepon untuk melakukan aksi tipu-tipu. Hal ini disampaikan oleh Karsten Nohl, peneliti dari Security Research Labs, perusahaan yang berbasis di Berlin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (29/12/2011), pemilik ponsel tak akan menyadari bahwa dia menjadi korban pembajakan sebelum mereka menerima tagihan yang di luar biasanya.
Nohl kemudian menyarankan kepada operator selular untuk meningkatkan keamanan kliennya.
"Jaringan mobile sejauh ini adalah bagian terlemah dari ekosistem mobile," demikian ujar Nohl.
Untuk minindaklanjuti temuan Nohl, saat ini para peneliti mereview operator-operator yang berada di Austria, Belgia, Thailand, dan beberapa negara lainnya.
(sha/eno)