"Lebih dari 90% hosting situs pemerintah kini sudah berada di dalam negeri," ujar Ali Hakim Javadi, Wakil Menteri Komunikasi dan Teknologi Iran.
Javadi menjelaskan, saat ini pemerintah Iran memiliki 30 ribu situs yang sebelumnya berada di kawasan Amerika Utara dan di beberapa negara lainnya. Pengalihan ini diharapkan bisa mengantisipasi serangan cyber yang belakangan menyerang negeri di semenanjung Persia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah aksi yang sangat penting untuk menjaga informasi negara," tambah Javadi, seperti dikutip detikINET dari reuters, Rabu (21/12/2011).
Stuxnet yang mulai terdeteksi pada Juni 2010 itu memang amat menghebohkan. Virus ini memiliki keahlian khusus untuk menyerang supervisory control and data acquisition (SCADA), sebuah sistem yang biasa digunakan untuk mengendalikan sistem pipa, pembangkit listrik tenaga nuklir dan perangkat manufaktur lainnya.
(eno/ash)