Dengan kondisi itu, tak pelak gelar 'sarang spam terbesar' dilekatkan Symantec Intelligence kepada Arab Saudi di bulan Oktober 2011 lalu. Sementara Rusia menguntit di posisi runner up dengan tingkat penetrasi mencapai 79,9%.
Negara lain yang juga menjadi salah satu tujuan utama serbuan email-email sampah ini adalah Brasil dengan penetrasi 77,7%, Denmark (75,7%), Belanda (75,6%), Jerman dan Inggris (74,8%), Kanada (73,2%), serta Australia (72,8%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk kategori aksi phising (pencurian informasi), Inggris didapuk menjadi negara yang paling diincar untuk phising selama bulan Oktober. Dimana satu dari setiap 178,3 email diidentifikasikan sebagai phising di Negeri Ratu Elizabeth itu.
Walaupun hanya memiliki spam rendah, sektor pendidikan menyalip industri otomotif untuk menjadi industri yang paling banyak terkena spam di bulan Oktober dengan tingkat spam 76,4%.
Adapun sektor publik tetap menjadi sektor yang paling diincar di bulan Oktober, dengan satu dari tiap 86,0 email mengandung serangan phising.
(ash/fyk)