Dari data yang dipaparkan oleh penggagas forum komunitas Indonesia Cloud Forum (@idcloudforum) Teguh Prasetya, angka serangan lewat DOS attack di Indonesia saja mendapat porsi 5% dari total yang dirangkum vendor keamanan jaringan Kaspersky pada Q2-2011.
"Industri yang paling sering diserang tentunya industri yang berhubungan dengan transaksi keuangan," kata Teguh dalam live tweet diskusi Security dan Privacy di Cloud Computing, di Jakarta, Rabu (26/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Country Manager Cloud Computing Services IBM Indonesia Kurnia Wahyudi tingginya perhatian pengguna terhadap isu keamanan di dunia cloud computing, justru bisa dijadikan lahan bisnis baru bagi para penyedia layanan tersebut.
"Melihat hal ini, kami melihat bahwa isu keamanan justru bisa dijadikan nilai lebih dari tiap-tiap perusahaan dalam persaingan mereka dalam dunia layanan cloud computing," ujarnya.
Dijelaskannya, jika para cloud provider jeli melihat peluang, sebenarnya isu tersebut bisa dijadikan celah' faktor penentu kompetisi dalam dunia layanan cloud. "Para konsumen nantinya jadi bisa memilih provider mana yang sungguh-sungguh peduli akan isu ini, sehingga pengguna jadi percaya terhadap mereka," ungkap Kurnia.
Dikatakannya, hal yang patut dipertanyakan sedari awal ialah standarisasi aman itu sendiri. "Masalah keamanan itu sebenarnya yang menetukan pengguna sendiri. Cloud provider hanya menyesuaikan," jelasnya.
VP Engagement Practice Ericsson Indoensia Rustam Effendie mengungkapkan, masalah keamanan bisa dimulai dari sisi jaringan penghantar, namun pengguna akan diminta untuk membayar tarif premium untuk layanan ini. "Keterbatasan infrastuktur dasar seperti listrik sangat memberatkan perusahaan telekomunikasi memberikan akses broadband yang murah," katanya.
(rou/rou)