Virus yang belum teridentifikasi namanya itu diketahui sudah 2 minggu menyelinap ke dalam sistem pengendali Unmanned Aerial Vehicle (UAV), yakni sistem untuk mengendalikan pesawat tanpa pilot seperti drone atau predator.
Seperti dikutip detikINET dari wired, Senin (10/10/2011), virus tersebut dirancang pembuatnya untuk merekam seluruh perintah yang dilakukan oleh pilot. Dan bukan tidak mungkin, program jahat ini bisa mengambil alih kendali kendaraan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui apa saja dampak yang ditimbulkan oleh virus tersebut, tapi yang jelas drone dan predator yang terserang itu biasa digunakan tentara AS untuk menjalankan tugas rahasia negara.
"Kami tidak bisa membahas kerentanan sistem kami secara spesifik," ujar juru bicara Air Force, Lt. Col. Tadd Sholtis.
(eno/wsh)