Perusahaan keamanan jaringan Trend Micro mencatat, dari 102.736.240 pengguna jaringan cloud di seluruh dunia, ada 4.085.177.256 ancaman yang berhasil diblok. Ancaman itu terdiri dari 4.040.0170.176 email spam per hari, 39.408.960 link situs berbahaya, dan 5.751.120 file jahat.
"Dari miliaran ancaman yang berhasil kami blokir per hari, selalu muncul 3-4 ancaman baru setiap detiknya. Itu sebabnya kami harus selalu siaga mengantisipasinya," kata Goh Chee Hoh, Director Strategic Business Development Trend Micro Asia Pacific Region di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (20/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengguna cloud di Indonesia tumbuh pesat. Grafiknya terus menanjak. Itu sebabnya kami terus meningkatkan kerja sama dengan para operator penyedia jaringan cloud agar bisa memberikan layanan terbaik untuk pelanggan," lanjut dia.
Aulia Huriadi, Senior Technical Consultant Trend Micro, menambahkan, pihaknya telah menyiapkan 'Tim SWAT' yang selalu siaga jika ditemukan ancaman baru di jaringan lokal. Terlebih, karakteristik virus lokal dan hacker lokal dinilai agak berbeda dengan ancaman di negara lain.
"Setiap ancaman yang kami temukan di Indonesia langsung kami kirimkan ke headquarter untuk dipelajari. Ini demi mengantisipasi segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi," jelasnya.
Trend Micro sendiri telah menawarkan solusi keamanannya sejak awal 2000 di Indonesia. Namun baru 2010 kemarin, perusahaan yang bermarkas di Jepang itu akhirnya mendirikan kantor perwakilannya di Indonesia.
Menurut Artono Hadisanto, Country Manager Trend Micro Indonesia, Trend Micro secara global cukup kuat dalam menjaga keamaanan jaringan berskala enterprise. Pengalaman itu yang dinilai bisa menjadi bekal dalam mengarungi bisnis sekuritinya di Indonesia.
"Kami punya pengalaman dalam menjaga jaringan virtualisasi, private cloud, public cloud, hybrid cloud, sampai ke jaringan fisik. Itu sebabnya, dalam tiga tahun ke depan, kami optimistis bisa menjadi market leader di Indonesia," tandasnya.
(rou/eno)