Hal itu terkemuka dalam hasil survei Global IT Security Risk yang dirilis Kaspersky Lab bersamaan dengan Security Analyst Summit, 16 - 19 Juni 2011, di Kempinski Bahia, Malaga, Spanyol.
Dari 1.300 perusahaan di seluruh dunia yang disurvei oleh Kaspersky, sebanyak 53 persen mengatakan telah melarang karyawannya menggunakan social media. Sedangkan 19 persen mengatakan hanya membatasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Kaspersky Lab mengakui ada kemungkinan mengurangi ancaman dari pembatasan atau pelarangan seperti itu. Namun akan lebih efektif jika yang dilakukan oleh perusahaan adalah melindungi komunikasi karyawannya, bukan sekadar melarang.
Perlindungan dilakukan dengan mencegah akses ke situs yang terinfeksi program jahat atau melakukan phishing. Proteksi ini seyogyanya dilakukan pada komunikasi yang sering digunakan juga, termasuk email dan pesan instan.
(wsh/eno)