Drama panas tersaji di Molineux Stadium. Arsenal gagal mengamankan tiga poin usai ditahan Wolverhampton Wanderers 2-2 dalam lanjutan Premier League, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Sempat unggul dua gol, The Gunners justru kehilangan konsentrasi di babak akhir dan harus puas membawa pulang satu poin. Hasil ini memicu gelombang kritik tajam dari warganet, bahkan menyeret nama Mikel Arteta ke dalam teori konspirasi liar soal peluang juara Manchester City.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unggul Cepat, Lalu Kehilangan Momentum
Arsenal membuka laga dengan sempurna. Bukayo Saka mencetak gol cepat pada menit ke-4 yang membuat tim tamu tampil percaya diri.
Dominasi sempat kembali terlihat ketika gol kedua lahir pada menit ke-55 melalui situasi yang melibatkan lini belakang Wolves. Skor 2-0 membuat Arsenal tampak berada di atas angin.
Namun, momentum berubah drastis lima menit berselang. Wolves memperkecil ketertinggalan lewat gol Hugo Bueno pada menit ke-61.
Drama memuncak di masa injury time. Pada menit ke-94, bola yang melibatkan Riccardo Calafiori berujung gol penyama kedudukan. Sebagian laporan menyebutnya sebagai gol bunuh diri. Skor 2-2 pun bertahan hingga laga usai.
Dua poin yang sudah di depan mata melayang begitu saja.
Meski masih memimpin klasemen dengan 58 poin, posisi Arsenal kini semakin tertekan. Jika Manchester City meraih kemenangan di laga berikutnya, jarak poin bisa semakin menipis dan membuat persaingan gelar makin panas.
Mikel Arteta (Photo by Mark Thompson/Getty Images) Foto: Getty Images/Mark Thompson |
Arteta Jadi Sasaran Kritik
Hasil ini langsung memicu perdebatan di media sosial, khususnya di platform X. Banyak warganet menilai Arteta terlalu cepat bermain aman setelah unggul dua gol.
Alih-alih terus menekan tim juru kunci, Arsenal justru dianggap menurunkan intensitas dan memberi ruang bagi Wolves untuk berkembang. Kritik lain menyasar keputusan pergantian pemain dan rapuhnya lini belakang di menit-menit akhir.
Bagi sebagian warganet, ini disebut sebagai "penyakit lama" Arsenal di era Arteta: unggul lebih dulu, lalu kehilangan fokus. Lucunya, beberapa komentar menarasikan Arteta bakal bantu Manchester City juara Liga Inggris.
"Arteta jadi Pelatih Arsenal itu emang dipersiapkan untuk memperlancar City buat jadi Juara apa ya? Jadi curiga deh," kata @mu_jeep.
"gw selalu yakin arteta ini mata2 city buat bikin jalan mulus pep di akhir musim, hanya org bodoh yang ngulang kesalahan yg sama berulang kali," ujar @Randikalll.
"Bener bener udah ikhlas juara 2 lagi emang gak ada mental juaranya, mending langsung kesalip aja udah langsung kasih piala ke city arteta langsung pecat" usul @kosongdoea02.
"Ganti Xabi aja yg ada mental disaat genting perburuan gelar. Aseli arteta ga punya mental sama sekali, tak kira dulu city yg jago, pas ipul juara mulai terlihat. Dan musim ini terkuak dgn jelas bahwa arteta ga punya mental di perguruan gelar liga," opini @gusti_ra7049.
"Arteta itu kan orang titipan City, ngasih harapan fans arsenal doang," tulis @tri21001216.
(afr/afr)


