Perusahaan keamanan internet Trend Micro telah mengeluarkan peringatan akan adanya percobaan penyusupan terhadap layanan email milik Yahoo dan Microsoft tersebut.
"Sejauh ini telah ada berbagai serangan terhadap platform webmail popular," tukas analis keamanan dari Trend Micro, Nart Villeneuve, dikutip detikINET dari AFP, Minggu (5/6//2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google sendiri sebelumnya telah mengakui adanya aksi peretas yang berupaya membobol layanan Gmail. Dicurigai pelaku berasal dari China.
Diduga, aksi itu adalah upaya untuk mendapatkan password dari ratusan pengguna layanan email Google. Termasuk pejabat pemerintahan Amerika Serikat, aktivis asal China dan wartawan.
Google menyebutkan, dalam blog resminya, bahwa serangan ini salah satunya menggunakan metode phishing. Metode ini dipakai untuk menipu pengguna hingga menyerahkan data-data penting seperti password.
Diduga, upaya itu dilakukan untuk memantau konten dari email para sasaran serangan. Sasarannya termasuk pejabat senior di pemerintah AS, aktivis politik China, pejabat di beberapa negara Asia (terutama Korea Selatan), anggota militer dan wartawan.
(ash/ash)