Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Virus Sabotase Nuklir
Pemerintah Iran Terlibat Pembunuhan Pakar Stuxnet?
Virus Sabotase Nuklir

Pemerintah Iran Terlibat Pembunuhan Pakar Stuxnet?


- detikInet

Jakarta - Pakar program nuklir Iran yang juga ahli virus Stuxnet tewas dalam sebuah serangan di Teheran. Berbagai analisis pun mengemuka tentang siapa sebenarnya yang bertanggungjawab menghabisi nyawa sang ilmuwan.

Sang ahli bernama Profesor Majid Shahriari meninggal setelah diserang saat berkendara. Serangan juga menimpa Profesor Fereidoun Abbasi, yang juga ahli nuklir di Shahid Besheshti University, Iran. Bom diledakkan di mobilnya, namun Abassi selamat meski terluka.

Kedua pakar itu dipandang sebagai figur senior dalam pengembangan ilmu nuklir Iran. Pada bulan Januari lalu, pakar nuklir Iran lain yakni Masoud Ali Mohammadi juga tewas setelah bom meledak di sepeda motornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad langsung tunjuk muka bahwa pemerintah negara barat dan Israel bertanggungjawab atas kematian para ilmuwannya, termasuk Shahriari.

"Pemerintah negara barat dan rezim Zionis terlibat dalam pembunuhan yang terhadi hari ini di Iran," kata Ahmadinejad. Sebuah tuduhan yang masuk akal karena negara barat terus coba menghalau perkembangan nuklir Iran. Mereka juga diduga dalang di balik ganasnya virus Stuxnet.

Namun sebuah artikel di Guardian yang dikutip detikINET, Selasa (30/11/2010), coba menebak pelaku lain. Ada kemungkinan sang pakar nuklir justru dibunuh oleh pemerintah Iran sendiri. Mengapa demikian?

Dugaan ini mengemuka karena Shahriari bersama Ali Mohammadi ternyata adalah anggota lembaga bernama Sesame Council yang mengembangkan akselerator partikel bernama synchrorton di Yordania. Nah, organisasi ini ternyata memiliki anggota ilmuwan dari berbagai negara, termasuk Israel.

Bisa jadi Shahriari dicurigai menyerahkan rahasia nuklir Iran pada Israel, kala dia berkecimpung di Sesame Council bersama para ilmuwan Yahudi. Maka, pemerintah Iran memutuskan untuk menghabisinya.

Namun dugaan ini, jika benar, akan lebih merugikan Iran sendiri. Selain harus kehilangan ilmuwan nuklir top untuk menghadang Stuxnet, pembunuhan juga akan membuat generasi muda enggan jadi ahli nuklir mengingat bahayanya sangat besar.

Apapun, semua itu masih berupa dugaan. Belum ada bukti jelas yang mengarah pada siapa pembunuh sang pakar Stuxnet. (fyk/ash)




Hide Ads
LIVE