Namun, seperti dikutip detikINET dari Guardian, Kamis (23/9/2010), pelaku yang telah menjebol keamanan situs tersebut akhirnya sudah diketahui. Seorang remaja Australia berusia 17 tahun itu mengaku bahwa ia yang menyebabkan kekacauan di Twitter.
Pearce Delphin yang memiliki nama akun Twitter @zzap ini memposting beberapa kode yang kemudian diteruskan oleh para hacker untuk dialihkan ke situs porno Jepang. Virus menyebar dengan mudah begitu pengguna mengklik pesan. Lebih dari 100 pesan memalukan bisa dihasilkan setiap detiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Twitter mengalami kekacuan selama lima jam sebelum akhirnya tim teknis berhasil menambal celah itu. Twitter sendiri meminta maaf pada jutaan pengguna akibat kekacuan tersebut.
Remaja yang hanya beberapa minggu lagi lulus SMU ini belum menceritakan kedua orangtuanya tentang kekacuan yang ia timbulkan di internet. "Saya tidak sengaja," tutupnya sambil berharap tidak akan mendapat masalah dari kekacauan situs 140 karakter itu.
(feb/ash)