Saat ini, AS memang tengah menyoroti praktik pengumpulan data yang dilakukan perusahaan teknologi besar, termasuk Apple. Pengumpulan data semacam ini dianggap melanggar hak privasi pengguna atau konsumen. Pasalnya, data-data tersebut diambil tanpa sepengetahuan pemiliknya dan tentu meresahkan pengguna dalam hal keamanan.
Tak hanya AS, negara-negara Eropa salah satunya Jerman, beberapa waktu lalu juga mengeluarkan pernyataan yang meminta Apple agar 'transparan' soal data pengguna.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ponsel akan mengumpulkan data GPS dan mengenkripsinya sebelum mengirim kembali ke Apple setiap 12 jam melalui jaringan WiFi. Adapun data GPS berupa nomor identifikasi yang dikeluarkan ponsel setiap 24 jam sekali dan dikumpulkan secara acak. Informasi yang kami kumpulkan tidak berkaitan dengan konsumen tertentu," terang Apple dalam pernyataan resminya.
Dikatakan Apple, data tersebut digunakan untuk menganalisa pola dan kepadatan lalu lintas. Apple pun hanya mengumpulkan data dari konsumen yang telah menyetujui penggunaan fungsi fitur berbasis lokasi di ponsel mereka dan yang menggunakan aplikasi lain yang memerlukan GPS.
(rns/ash)