Diungkapkan oleh vendor keamanan Trend Micro, bahwa kali ini scammer beraksi dengan mempromosikan test IQ melalui fitur Direct Messages di Twitter.
"Akun-akun Twitter (yang telah dikompromi) digunakan untuk mengirimkan Direct Message ke para follower," ujar analis dari Trend Micro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Softpedia, Selasa (24/11/2009), scam ini sejatinya berusaha memancing pengguna Twitter untuk berlangganan layanan mobile seharga US$9,99 setiap bulan.
"Walaupun motivasi nyata dari aksi ini belum bisa dipastikan, namun kami yakin bahwa ini bertujuan untuk mengumpulkan nomor-nomor ponsel yang kemudian dijadikan target potensial penyebaran SMS spam atau serangan via ponsel lainnya," tandas JM Hipolito, Technical Communications Specialist di Trend Micro. (faw/fyk)