Blunder penjahat itu terjadi di konferensi hacker Defcon yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat. Seperti dikutip detikINET dari PCWorld, mesin ATM palsu dipasang di hotel Riviera Las Vegas.
Konferensi yang mengumpulkan 8.000-an hacker, dalam hal ini berarti para peneliti keamanan komputer, dari berbagai penjuru dunia itu jelas jadi ajang yang paling buruk untuk mencoba menipu. Peserta yang gemar mengutak-atik sistem komputer cepat menemukan keganjilan pada salah satu ATM di Riviera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mesin ATM palsu itu sekilas, apalagi bagi orang awam, nampak biasa saja. Namun saat kartu dimasukkan, mesin itu akan merekam data dari kartu dan merekam nomor PIN yang ditekan pengguna.
Terungkapnya mesin ATM palsu ini pun akhirnya memicu investigasi dari pihak keamanan setempat. Tidak diketahui sudah berapa lama mesin itu berada di sana, dan berapa banyak nasabah yang sudah menjadi korban.
Agaknya, pelaku kriminal juga perlu hati-hati dalam mencoba menipu korbannya. Jika aksi kriminal berbasis teknologi dilakukan di tengah-tengah konferensi hacker, jangan harap ada untung yang bisa diraup.
Jika Anda punya kisah seru, pengalaman atau opini seputar ancaman cyber (virus komputer, tipuan online dan lainnya), ceritakanlah di detikINET Forum dan raih kesempatan memenangkan iPod Touch, iPod Nano atau iPod Shuffle.
(wsh/wsh)