Menurut IGN MANTRA, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII, dari hasil monitoring trafik internet Indonesia selama 24 jam, gempuran dedemit maya mencapai 1.205.307 kali atau naik 20% dari rata-rata serangan penjahat cyber setiap harinya yang berkisar 1 juta kali.
"Gempuran paling dahsyat dalam bentuk Instruksi P2P GNUTella client request sebanyak 268,016 kali," ujarnya kepada detikINET, Senin (27/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengamatan berikutnya adalah 11 sensor ISP yang terkoneksi ke ID-SIRTII, dari hampir 1,2 juta kali serangan, kami melihat ada 849.732 kali ditujukan kepada server ISP terbesar trafiknya dan sebanyak 2.305 kali kepada ISP yang tidak terlalu besar trafiknya," jelasnya.
Serangan-serangan hacker ini, lanjut Mantra, bersifat moment event. Artinya, hacker akan mulai menggempur server-server internet bila ada kejadian penting.
"Biasanya serangan ini ditujukan untuk mengganggu kinerja server dan kadang-kadang mencoba untuk mengambil keuntungan bila serangan tersebut berhasil masuk ke dalam system host, serangan ini bisa jadi dari dalam maupun global," pungkasnya.
(ash/wsh)