Biro investigasi Amerika Serikat, FBI (Federal Bureau Investigation) pun sampai turun tangan melacak keberadaan mereka. Para cracker yang diduga terdiri dari enam orang itu menciptakan botnet untuk menginfeksi jutaan komputer tersebut.
Cukup mengkhawatirkan memang. Pasalnya, geng Ukrainia ini telah mengontrol berbagai komputer di perusahaan besar, universitas dan departemen negara di seluruh dunia. Di Inggris saja, lebih dari 500 perusahaan diketahui telah diinfeksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Telegraph, Kamis (23/4/2009), terjangan botnet ini diketahui pertama kali oleh Finjan, perusahaan sekuriti internet. Dengan menginfeksi jaringan komputer, para penjahat cyber ini dapat meraih data berharga seperti password e-mail sampai data kartu kredit.
(fyk/faw)