Serangan di dunia maya memang merupakan serangan yang ampuh untuk menjatuhkan sebuah wilayah dan bahkan negara. Untuk itu, Amerika Serikat (AS) tak segan-segan mengeluarkan dana dalam jumlah yang besar agar hal ini tak terjadi pada mereka.
Dana lebih dari US$ 100 juta pun tak jadi masalah bagi negara adidaya tersebut demi mengantisipasi serangan cyber. Apalagi jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan jika serangan telah terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai upaya dilakukan AS demi mengamankan jaringannya dari serangan dedemit maya. Dikutip detikINET dari Cnet, Rabu (8/4/2009), Departemen Pertahanan AS pernah mematikan 1500 komputer tahun lalu dan melarang penggunaan USB demi mencegah penyebaran virus. (sha/faw)