Setidaknya sebanyak 1295 komputer telah jadi korban dalam aksi ini. BBC yang dikutip detikINET, Senin (30/3/2009), merilis daftar negara yang menjadi target pengintaian cyber tersebut seperti yang dikemukakan para periset.
Ternyata, institusi Indonesia turut masuk dalam target serangan. Tepatnya, para pelaku pengintaian di China itu menyasar kantor kedutaan dan Kementerian Luar Negeri Indonesia. Namun belum diketahui seberapa besar dampak operasi ini bagi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti dari Univesity of Toronto mengemukakan, para cracker itu sepertinya mampu mengontrol komputer di banyak negara dengan software atau program jahat. Tujuannya antara lain untuk memata-matai konten mengenai Dalai Lama, pemimpin Tibet yang sering berkonflik dengan China.
Mereka juga meyakini, sistem pengintaian yang disebut GhostNet tersebut fokus memata-matai pemerintahan di Asia. Dengan menginstall program jahat di komputer sasaran, para cracker di China ini dimungkinkan meraup data-data penting.
Menurut media New York Times, operasi pengintaian itu merupakan yang terbesar dalam soal banyaknya negara yang jadi sasarannya. Belum diketahui apakah pemerintah China berada di balik aksi ini.
(fyk/ash)