Demikian menurut laporan keamanan yang dirilis Microsoft tentang ancaman dan keringkihan, yang dikutip detikINET dari AFP, Selasa (4/11/2008).
"Mayoritas dari eksploitasi yang kami temukan adalah yang bahasa lokalnya diset ke China," kata Vinny Gullotto, Microsoft malware protection center general manager.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengawas keamanan Microsoft, secara umum laju infeksi komputer lebih banyak terjadi di negara berkembang di mana pengguna Internet tidak begitu paham trik dan perangkap yang digunakan cracker dan penjahat online.
'Senjata' yang dipilih cracker untuk melakukan serangan online adalah Trojan horse, yakni aplikasi software yang disembunyikan di dalam program. Pengguna komputer diperdaya atau dibujuk untuk mendownload trojan ini.
Jika Anda menjelajahi Web, selalu ada kemungkinan eksploitasi pada halaman web tersebut yang mencoba mengambil keuntungan dan menyusupi beberapa informasi ke komputer Anda.
Secara keseluruhan, masih menurut Microsoft, jumlah keringkihan komputer turun 19 persen pada semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Update adalah tindakan yang sangat penting dilakukan," tegas Gullotto tentang bagaimana melindungi komputer dari serangan program jahat. (dwn/dwn)