DetikINET bersama beberapa wartawan lain berkesempatan melihat catatan trafik internet pada sistem monitoring access di Gedung Lembaga Pengawas Internet Indonesia (ID-SIRTII), Jumat malam (12/9/2008), usai buka puasa bersama.
Pada sistem monitoring tersebut, terekam alamat IP yang melakukan serangan dan tujuan penyerangan setiap detiknya. Dilihat dari pelakunya, ternyata pelaku serangan paling banyak berasal dari Indonesia dengan jumlah serangan 56 per detiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua pergerakan trafik internet ini terekam pada sistem monitoring ID-SIRTII guna mencegah penyalahgunaan infrastruktur internet. Wakil Ketua ID-SIRTII, M. Salahuddien, mengatakan data-data serangan ini akan dilaporkan ke para penyedia layanan internet (ISP) untuk ditindaklanjuti. Lalu ISP-lah yang akan menentukan tindakan penanganan selanjutnya, apakah perlu ditindak atau tidak.
Saat ini, lanjutnya, ID-SIRTII telah membentuk Tim Respon Insiden pada Agustus 2008 lalu yang bertugasΒ untuk melakukan mitigasi terhadap ancaman dan peringatan yang dianggap berbahaya.
Sensor sudah mulai dijalankan di 9 lokasi untuk memonitor trafik. Menurutnya, sensor tersebut telah meng-cover hampir 80 persen trafik internet di Indonesia.
ID-SIRTII saat ini juga tengah mempersiapkan log file dan sinkronisasi waktu server. Sinkronisasi serverΒ dilakukan karena Indonesia terbagi ke dalam tiga standar waktu yang belum disinkronisasikan. (dwn/dwn)