Robot perawat yang diberi nama uBOT-5 ini dikembangkan oleh Rod Grupen, ilmuwan komputer dari University of Massachusetts. uBOT-5 dilengkapi dengan dua tangan yang dapat membawa benda-benda kecil, serta bergerak dengan dua roda.
Uniknya, robot ini juga dapat menggunakan stetoskop untuk memeriksa kondisi kesehatan lansia, bahkan mampu melakukan panggilan 911 di saat darurat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robot uBOT-5 dibandrol US$ 65 ribu (sekitar Rp 598 juta). Namun, harga ini disinyalir bisa turun jika robot tersebut diproduksi secara massal. Bandingkan dengan gaji untuk seorang perawat part time di Amerika Serikat yang berkisar US$ 1500 per minggu (sekitar Rp 13,8 juta).
Hebatnya lagi, uBOT-5 juga dapat melakukan berbagai kegiatan seperti bersih-bersih, belanja atau bisa juga berfungsi sebagai mesin pengingat panggilan dengan bantuan webcam, mikrofon, LCD touch-screen, dan koneksi internet mobile. uBOT-5 beroperasi dengan menggunakan baterai lithium ion dan dikendalikan dengan komputer yang berbasis Linux.
Punya informasi menarik tentang serba-serbi teknologi? Yuk sharing di detikINET Forum!Β (faw/dwn)