Amazon dikenal sebagai rumah bagi berbagai makhluk unik dan menyeramkan. Salah satu yang paling bikin merinding adalah Haementeria ghilianii, lintah raksasa yang mampu mengisap darah dalam jumlah besar hanya dalam sekali makan.
Lintah ini bukan lintah biasa. Ukurannya bisa mencapai 45 sentimeter atau hampir setengah meter, membuatnya dijuluki sebagai lintah raksasa Amazon. Bentuk tubuhnya bahkan disebut sebesar rolling pin atau gilingan adonan dapur.
Dikutip dari Discover Wildlife, Haementeria ghilianii hidup di sungai dan rawa-rawa kawasan Amazon. Dari sekitar 680 spesies lintah yang ada di dunia, sebagian besar berukuran kecil. Namun spesies ini tumbuh jauh lebih besar dibanding lintah pada umumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lintah raksasa Amazon secara rutin mencapai panjang sekitar 30 cm. Beberapa spesimen bahkan tercatat bisa tumbuh hingga 45 cm.
Yang membuatnya makin mengerikan adalah cara lintah ini mengisap darah. Berbeda dengan lintah biasa yang menggigit menggunakan rahang kecil bergerigi, Haementeria ghilianii memakai proboscis atau semacam belalai panjang yang bisa mencapai 10 cm.
Belalai tersebut bekerja seperti jarum suntik tajam untuk menembus kulit inang. Setelah berhasil menancap, lintah mulai mengisap darah sambil mengeluarkan zat antikoagulan bernama hementin.
Enzim tersebut membuat darah tetap mengalir dan tidak membeku selama proses makan berlangsung. Berkat kemampuan itu, seekor lintah raksasa Amazon bisa mengisap hingga sekitar 15 ml darah atau setara satu sendok makan dalam sekali makan.
Meski terdengar mengerikan, lintah ini sebenarnya tidak terus-menerus makan. Setelah kenyang, Haementeria ghilianii dapat bertahan selama berbulan-bulan tanpa perlu kembali mencari mangsa.
Lintah raksasa ini diketahui menjadi parasit bagi berbagai hewan air dan semiakuatik seperti ikan, reptil, hingga mamalia. Manusia juga bisa menjadi target jika berada di habitatnya.
Ada berbagai cerita lama yang menyebut lintah raksasa mampu menguras darah hewan besar hingga mati. Namun para peneliti menilai klaim tersebut belum memiliki bukti ilmiah kuat.
Di balik penampilannya yang menyeramkan, Haementeria ghilianii menjadi bagian penting dari kekayaan biodiversitas Amazon. Sayangnya, habitat mereka kini menghadapi ancaman serius akibat deforestasi, polusi, dan kerusakan ekosistem.
Meski jarang terlihat manusia, keberadaan lintah sepanjang hampir setengah meter ini tetap menjadi salah satu makhluk paling mengerikan yang menghuni perairan Amazon.
(afr/afr)

