×
Ad

Karhutla Indonesia Meningkat, El Nino Bikin Kebakaran Makin Parah

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 01 Sep 2026 09:15 WIB
Karhutla Indonesia Meningkat, El Nino Bikin Kebakaran Makin Parah Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Jakarta -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan. Situasi ini berpotensi semakin parah seiring dengan fenomena El Nino yang dapat memicu kondisi lebih kering dan meningkatkan intensitas kebakaran.

Dalam laporan diterbitkan pada 21 Agustus lalu, Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) menyebut kondisi kebakaran musiman tahun ini relatif normal, tetapi intensitasnya lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir.

CAMS mengatakan emisi kebakaran hutan meningkat signifikan di sejumlah wilayah dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi ketika musim kebakaran mulai meningkat di Indonesia dan diperkirakan semakin dipengaruhi oleh fenomena El Nino.

"Kebakaran musiman dan kabut asap regional di Indonesia sudah meningkat, konsisten dengan tahun-tahun El Nino sebelumnya, dan kami akan memantau situasi dengan sangat ketat untuk memahami bagaimana kebakaran dan dampaknya terhadap kualitas udara berubah," kata Mark Parrington, ilmuwan senior di ECMWF yang bekerja untuk CAMS dikutip detikINET, Senin (31/8/2027).

CAMS mencatat kebakaran musiman yang intens mulai terjadi di Indonesia pada akhir Juli. Situasi tersebut dinilai relatif normal, tetapi kebakaran yang terus terjadi dibandingkan tahun-tahun terakhir di tengah upaya di kawasan untuk mengurangi pembakaran lahan pertanian dan kabut asap yang dihasilkannya.

Musim kebakaran tahun ini diperkirakan menjadi lebih sulit karena kondisi positif El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang kuat di kawasan Pasifik ekuatorial. Fenomena tersebut kerap bertepatan dengan kondisi kering di kawasan Indonesia dan dapat diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Menurut CAMS, kemunculan IOD positif berlangsung bersamaan dengan perkembangan El Nino yang luar biasa. Meski demikian, kedua fenomena iklim tersebut juga dapat berkembang secara terpisah.

CAMS menyebut IOD saat ini berada dalam kondisi netral, tetapi diperkirakan menuju kondisi positif yang kuat. Sistem pemantauan atmosfer Copernicus ini menjelaskan kebakaran awal pada musim ini terutama terkonsentrasi di Pulau Kalimantan, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Wilayah tersebut memiliki lahan gambut yang luas dan sulit dikelola ketika kebakaran besar sudah terjadi.

Kebakaran intens juga terjadi di wilayah lain. CAMS mencatat kebakaran parah di Papua Selatan, tepatnya di sekitar Taman Nasional Wasur, kawasan yang terdiri dari lahan basah dan sabana. Kebakaran juga terdeteksi di Sumatra.

Fenomena kebakaran intens di Indonesia pada 2026 dinilai sejalan dengan pola yang terlihat pada sejumlah tahun El Nino sebelumnya.



Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"


(agt/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork