Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Satu-satunya Orang yang Pernah Mati karena Kejatuhan Meteorit

Satu-satunya Orang yang Pernah Mati karena Kejatuhan Meteorit


Aisyah Kamaliah - detikInet

ilustrasi hujan meteor
Ilustrasi hujan meteor. Foto: Unsplash/@schmidy
Jakarta -

Sejarah pernah mencatat orang yang meninggal karena kejatuhan meteorit. Kisahnya tersimpan jelas dalam dokumen berbahasa Ottoman lama.

Pada 2020, satu tim peneliti menemukan satu-satu konfirmasi kematian karena meteorit pada 1888. Tulisan itu berisi dari tiga surat yang mendeskripsikan kejadian di Sulaymaniah, bagian Kurdistan, Irak. Direktorat Jenderal Arsip Negara Kepresidenan Republik Turki lah yang menyimpan catatan tersebut.

Menurut catatan tersebut, pada 22 Agustus, 'sebuah cahaya terang diikuti dengan asap dan melakukan perjalanan menuju sebuah desa bernama 'Dilaver' di sisi timur Suleymaniyah'. Kemudian, desa terdekat yakni Horilmar juga menyaksikan peristiwa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Meteorit berjatuhan selama sekitar sepuluh menit, seperti hujan," tulis laporan tersebut.

"Akibat peristiwa ini, satu orang tewas dan yang lainnya terluka parah dan lumpuh," imbuhnya.

Tak cuma manusia yang kehilangan nyawa dan terluka, tanaman juga rusak akibat jatuhnya meteor dari langit.

Melansir IFLScience, Selasa (21/7/2026), meskipun terjemahannya tidak terlalu jelas, hal itu menunjukkan kepada para peneliti bahwa sampel dikirim ke pemerintah pada saat itu. Walau sampel tersebut belum ditemukan, tim tersebut percaya bahwa kasus ini benar adanya.

"Peristiwa ini adalah laporan pertama yang menyatakan bahwa dampak meteor telah membunuh seorang pria dalam sejarah, dengan dukungan tiga manuskrip tertulis yang melaporkan peristiwa tersebut secara rinci, sejauh pengetahuan kami," jabar tim tersebut dalam kesimpulan mereka.

"Karena dokumen-dokumen ini berasal dari sumber resmi pemerintah dan ditulis oleh otoritas setempat, bahkan oleh wazir agung sendiri, kami tidak memiliki kecurigaan tentang kebenarannya," tegas mereka.

Lebih lanjut, peneliti yakin bahwa ini bukan kasus satu-satunya dari kejadian serupa. Mereka menduga bahwa peristiwa lain mungkin telah 'hilang' begitu lama karena ditulis dalam bahasa selain Inggris atau kurangnya minat pada catatan sejarah.

Klaim kematian akibat meteor sebenarnya pernah terjadi di India. Seorang laki-laki disebutkan meninggal pada 2016, namun tidak ditemukan meteorit yang terkait. Bahkan, kematian tahun 2016 itu akhirnya dikaitkan dengan ledakan di darat.



(ask/afr)






Hide Ads