Sebuah meteorit yang menghantam atap rumah warga di New Jersey, Amerika Serikat, ternyata menyimpan rahasia besar. Analisis terbaru menunjukkan batu luar angkasa tersebut mengandung senyawa organik, ratusan asam amino, dan jejak larutan garam purba yang diyakini dapat membantu ilmuwan mengungkap bagaimana kehidupan pertama kali muncul di Bumi.
Meteorit yang diberi nama Hillsborough itu jatuh pada 16 Juli 2024 setelah sebuah bola api melintas di langit New York dan New Jersey. Batu seberat sekitar 50 kilogram tersebut pecah saat memasuki atmosfer, lalu salah satu pecahannya menembus atap sebuah rumah dan mendarat di kamar tidur pemiliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim peneliti menemukan Hillsborough merupakan meteorit langka bertipe CM1/2 carbonaceous chondrite, salah satu jenis meteorit paling primitif yang terbentuk pada masa awal Tata Surya.
Yang membuatnya istimewa, sebagian batu tersebut pernah bersentuhan dengan cairan garam pekat di asteroid induknya. Proses itu menghasilkan berbagai senyawa karbon, asam amino, dan molekul prabiotik yang menjadi bahan dasar pembentuk kehidupan.
Peter Jenniskens, astronom meteorit dari SETI Institute sekaligus peneliti di NASA Ames Research Center, mengatakan penelitian forensik terhadap meteorit ini mengungkap sesuatu yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
"Analisis forensik terhadap pecahan meteorit ini menunjukkan bahwa batu tersebut membawa material yang terawetkan dari dekat permukaan asteroid primitif kecil yang pernah dialiri cairan garam pekat. Proses seperti ini belum pernah diketahui sebelumnya pada dunia protoplanet seperti ini," ujar Jenniskens, dikutip dari CNN, Senin (20/7/2026).
Keberhasilan penelitian ini juga tidak lepas dari tindakan cepat pemilik rumah. Sesaat setelah meteorit menghantam langit-langit rumahnya, ia mengenakan sarung tangan, mengumpulkan pecahan batu menggunakan aluminium foil, lalu menyimpannya dalam stoples kaca. Langkah tersebut membuat sampel hampir tidak terkontaminasi kelembapan maupun minyak dari tangan manusia.
Jenniskens mengatakan kondisi itu membuat Hillsborough menjadi salah satu meteorit paling murni yang pernah dipelajari. "Berkat reaksi cepat pemilik rumah, ini menjadi meteorit CM1/2 paling murni yang pernah kami miliki," katanya.
Petunjuk Baru Asal Usul Kehidupan
Selain menemukan berbagai senyawa karbon, tim peneliti juga mengidentifikasi ratusan jenis asam amino serta molekul probiotik di dalam meteorit tersebut. Zat-zat itu diduga terbentuk akibat reaksi kimia antara mineral dan larutan garam di asteroid asalnya miliaran tahun lalu.
Temuan tersebut memperkuat hipotesis bahwa asteroid dan meteorit mungkin berperan mengantarkan air serta bahan kimia penting ke Bumi muda, sehingga menciptakan lingkungan yang memungkinkan kehidupan berkembang.
Jenniskens menggambarkan penemuan itu dengan analogi yang menarik. "Dalam satu sisi, kita bisa membayangkannya seperti sedang mencium aroma atmosfer saat kehidupan pertama kali mulai muncul," ujarnya.
Peneliti juga berhasil melacak asal meteorit ini dengan menggabungkan rekaman kamera keamanan, video warga, hingga data radar cuaca Doppler. Hasilnya menunjukkan Hillsborough berasal dari sabuk asteroid bagian dalam, kawasan yang sebelumnya juga telah dipelajari oleh wahana Lucy milik NASA. Penemuan tersebut membantu ilmuwan menghubungkan karakteristik batu yang jatuh ke Bumi dengan lingkungan asalnya di luar angkasa.
Kini sebagian fragmen Hillsborough disimpan di American Museum of Natural History di New York untuk penelitian lanjutan. Para ilmuwan berharap meteorit langka ini dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai proses kimia yang terjadi miliaran tahun lalu, jauh sebelum kehidupan muncul di Bumi.