Selama ini para ilmuwan lebih sering membahas kemungkinan kehidupan berasal dari Mars atau muncul sendiri di Venus. Namun, studi terbaru justru mengajukan skenario yang berbeda, bagaimana jika kehidupan di Venus sebenarnya berasal dari Bumi?
Penelitian yang dipresentasikan dalam Lunar and Planetary Science Conference (LPSC) 2026 menyebut Bumi mungkin telah 'mengirim' mikroorganisme ke Venus selama miliaran tahun melalui material batuan yang terlontar akibat tumbukan asteroid. Jika benar, sebagian mikroba tersebut berpotensi bertahan hidup dan akhirnya melayang di lapisan awan Venus.
Dikutip dari ScienceDaily, Kamis (2/7/2026) gagasan ini berangkat dari teori panspermia, yaitu hipotesis bahwa kehidupan atau bahan penyusunnya dapat berpindah dari satu planet ke planet lain melalui batuan antariksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika asteroid besar menghantam Bumi, sebagian batuan dapat terpental keluar dari atmosfer dan melayang di ruang angkasa. Jika batuan tersebut membawa mikroorganisme yang mampu bertahan dari tekanan, radiasi, dan perjalanan antariksa, bukan tidak mungkin sebagian akhirnya mencapai Venus.
Tim peneliti dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory dan Sandia National Laboratories menggunakan model yang disebut Venus Life Equation (VLE) untuk menghitung kemungkinan perpindahan tersebut.
Hasil simulasi mereka menunjukkan ratusan miliar sel mikroba dari Bumi mungkin telah mencapai Venus selama miliaran tahun. Bahkan, estimasi terbaik mereka menyebut sekitar 100 sel mikroba dapat tersebar di awan Venus setiap tahun Bumi dan berpotensi tetap hidup.
Beberapa tahun terakhir, ilmuwan kembali tertarik pada Venus setelah muncul dugaan adanya gas fosfina di atmosfernya. Meski temuan tersebut masih diperdebatkan, sebagian peneliti berpendapat lapisan awan Venus mungkin memiliki kondisi yang lebih bersahabat dibandingkan permukaannya yang bersuhu sekitar 460 derajat Celsius.
Karena itu, jika suatu hari misi antariksa menemukan tanda-tanda kehidupan di atmosfer Venus, asal-usulnya belum tentu berasal dari planet tersebut.
"Jika misi di masa depan menemukan kehidupan di Venus, ada kemungkinan mengejutkan bahwa kehidupan itu sebenarnya berasal dari Bumi," tulis tim peneliti dalam ringkasan studi yang dikutip ScienceDaily.
Meski terdengar menarik, para peneliti menegaskan bahwa hasil ini bukan bukti adanya kehidupan di Venus. Studi tersebut hanya menghitung kemungkinan perpindahan mikroorganisme dari Bumi ke Venus berdasarkan model fisika tumbukan asteroid dan dinamika orbit.
Apakah mikroba benar-benar dapat bertahan selama perjalanan antariksa, memasuki atmosfer Venus, lalu berkembang biak di sana masih menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab lewat misi eksplorasi di masa depan.
Meski begitu, penelitian ini memperluas cara pandang ilmuwan mengenai penyebaran kehidupan di Tata Surya. Selama ini, pembahasan teori panspermia lebih banyak berfokus pada perpindahan material antara Bumi dan Mars. Kini, Venus pun mulai masuk dalam daftar planet yang layak dipertimbangkan.
Jika suatu hari kehidupan benar-benar ditemukan di atmosfer Venus, para ilmuwan mungkin harus menjawab pertanyaan yang lebih besar lagi, apakah kita sedang menemukan kehidupan alien, atau justru jejak kehidupan Bumi yang 'tersesat' ke planet tetangga miliaran tahun lalu?
(rns/fay)