Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mengapa Makan Rumput Ide Buruk bagi Manusia tapi Tidak Buat Sapi?

Mengapa Makan Rumput Ide Buruk bagi Manusia tapi Tidak Buat Sapi?


Aisyah Kamaliah - detikInet

Down low in tall grass perspective looking toward the lawn garden tractor. Suburban residential district neighborhood front yard in June near the city of Rochester in western New York State. NOTE: Colors and features on lawn tractor changed in Photoshop to be generic.
Secara singkat, bisa-bisa saja kalau kamu mau makan rumput. Akan tetapi, dampaknya bisa bikin sakit perut, gigi rusak, bahkan malnutrisi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Willowpix
Jakarta -

Sapi dan kambing baik-baik saja dengan makan rumput, bahkan mereka bisa banyak daging. Akan tetapi, manusia makan rumput? Pikir ribuan kali dulu, deh.

Secara singkat, bisa-bisa saja kalau kamu mau makan rumput. Akan tetapi, dampaknya bisa bikin sakit perut, gigi rusak, bahkan malnutrisi.

Melansir IFLScience, alasan mengapa tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan berbasis rumput adalah karena rumput mengandung konsentrasi senyawa yang tinggi yang sulit dicerna oleh manusia. Ini termasuk zat seperti lignin dan selulosa, polimer organik yang membantu membentuk dinding sel tumbuhan. Lignin bertindak sebagai komponen keras yang memberi tumbuhan tekstur kayu, dan rumput penuh dengan lignin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Meskipun ada beberapa bukti bahwa usus kita mengandung bakteri yang dapat memecah lignin, sistem pencernaan manusia tidak dipenuhi dengan enzim yang dapat memecah senyawa tersebut dalam jumlah besar. Demikian pula, manusia tidak dapat mencerna selulosa dengan benar.

Alih-alih dipecah di usus kita, selulosa hanya melewati usus dalam bentuk serat makanan yang tidak larut yang membantu memberi struktur pada feses.

Benar, bahwa buah dan sayuran yang kita makan juga mengandung selulosa dan lignin. Kendati demikian, konsentrasinya jauh lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Sebagai perbandingan, hanya 1-2% dari wortel terdiri dari serat makanan, yaitu selulosa, sisanya adalah air dan karbohidrat, yang sebagian besar dapat kita cerna.

Hewan-hewan tertentu seperti sapi, kambing, domba, dan jerapah mampu menguraikan rumput berkat proses yang disebut ruminasi dan perut mereka yang terkenal dengan banyak kompartemennya. Di bagian pertama sistem pencernaan ini, rumput yang mereka makan berulang kali ditelan, dikeluarkan, dikunyah kembali, dan ditelan kembali.

Hal ini memungkinkan hewan-hewan tersebut untuk mengunyah rumput lebih sempurna, yang meningkatkan pencernaan. Rumput yang telah dikunyah secara intensif kemudian akan memasuki sistem kompleks perut yang memiliki banyak ruang dan setiap kompartemennya memiliki fitur serta fungsi tersendiri.

Perut mereka dapat menguraikan rumput berkat bakteri kuat yang secara alami hidup di perut pertama mereka, yaitu rumen.

Namun, kita dan banyak hewan lainnya tidak memiliki perut yang kompleks ini. Bahkan selain merusak usus kita, makan rumput juga dapat merusak gigi. Rumput relatif kaya akan silika, yang bersifat abrasif dan dapat dengan cepat mengikis gigi.

Jadi, itulah alasan mengapa manusia tidak bisa makan rumput seperti sapi. Selain tidak enak, rumput juga hanya bikin masalah pada pencernaan kamu.




(ask/ask)




Hide Ads