Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dokumen Rahasia UFO Dirilis, Astronot Akui Ada Cahaya Aneh

Dokumen Rahasia UFO Dirilis, Astronot Akui Ada Cahaya Aneh


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ilustrasi penampakan UFO
Ilustrasi UFO. Foto: Unsplash
Jakarta -

Kumpulan dokumen tentang UFO yang belum pernah dipublikasikan dan baru saja dirilis Pentagon, memuat deskripsi laporan penampakan baik oleh warga sipil di Bumi maupun astronot di Bulan.

Dokumen dengan rentang waktu puluhan tahun tersebut dicabut status rahasianya dan diunggah ke internet atas arahan Presiden Donald Trump. Awal tahun ini, Trump menyatakan akan merilisnya mengingat besarnya ketertarikan publik.

Beberapa tahun terakhir, minat publik Amerika Serikat terhadap kehidupan luar angkasa meningkat. Di 2022, Kongres AS menggelar dengar pendapat pertama mengenai UFO dalam 50 tahun terakhir, dan pihak militer juga berjanji lebih transparan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET dari BBC, Minggu (10/5/2026) 161 dokumen tersebut kini dimuat di situs Departemen Pertahanan dan lebih banyak dokumen akan dirilis. Sebelumnya mantan Presiden Barack Obama makin memicu rasa penasaran publik. Ia menyebut alien nyata, tapi belum pernah melihatnya.Obama mengklarifikasi bahwa secara statistik, kemungkinan adanya alien memang ada, namun ia tak melihat bukti selama menjabat.

ADVERTISEMENT

Trump kemudian memerintahkan Pentagon merilis berkas terkait alien dan kehidupan luar angkasa, fenomena udara tak teridentifikasi (UAP), serta benda terbang tak dikenal (UFO).

Astronot Apollo Menggambarkan Kilatan Cahaya

Dokumen-dokumen ini memuat transkrip rahasia dari para astronot dalam misi pendaratan Bulan Apollo 11, Apollo 12, dan Apollo 17 pada era 1960-an dan 1970-an.

Buzz Aldrin, astronot terkenal misi Apollo 11, mengatakan di tahun 1969 bahwa ia melihat beberapa fenomena yang tak dapat dijelaskan dalam perjalanan ke Bulan. "Saya mengamati sesuatu yang tampak seperti sumber cahaya cukup terang, yang untuk sementara kami duga sebagai kemungkinan sinar laser," katanya.

Astronot Apollo 12, Alan Bean, yang berjalan di Bulan tahun 1969, mengaku melihat partikel dan kilatan cahaya melayang di luar angkasa. Partikel-partikel tersebut tampak seolah-olah melarikan diri dari Bulan.

Dua astronot Apollo 17 pada tahun 1972 juga melaporkan melihat kilatan cahaya saat di pesawat. "Di luar sana seperti perayaan Hari Kemerdekaan AS!" ujar astronot Jack Schmitt.

Dalam dokumen lain yang dirilis, terdapat rekaman dari penerbangan Gemini 7 tahun 1965 yang menampilkan komunikasi astronot Frank Boman dan tim darat. Ia melaporkan penampakan benda tak dikenal, mendeskripsikannya sebagai ancaman tak dikenal dan triliunan partikel kecil yang terlihat di sisi kiri pesawat luar angkasa.

Benda Melayang Muncul dari Cahaya

Terdapat pula puluhan klaim individu mengenai penampakan fenomena anomali tak teridentifikasi, atau UAP. Seorang pria mengatakan kepada FBI dalam wawancara tahun 1957 bahwa ia menyaksikan sebuah kendaraan besar bundar yang melayang naik dari atas tanah.

Terdapat juga wawancara dari bulan September dan Oktober 2023 di mana warga negara AS melaporkan benda logam melayang yang bermanifestasi dari cahaya terang.

Dokumen-dokumen tersebut juga mencakup klip video yang diambil militer AS dari Timur Tengah, yang berasal dari tahun 2022. Rekaman dari Irak, Suriah, dan Uni Emirat Arab menunjukkan apa yang disebut situs Pentagon sebagai fenomena anomali tak teridentifikasi.

Salah satu klip dari tahun 2022, yang diambil di sebuah lokasi di Timur Tengah, menangkap objek oval melesat dari kiri ke kanan. Laporan yang menyertainya menandai objek tersebut sebagai kemungkinan rudal.

Anggota Kongres Tim Burchett, politisi Partai Republik, sebelumnya telah mengadvokasi transparansi pemerintah yang lebih besar terkait penampakan UFO. Ia menyambut baik rilis dokumen dari Pentagon tersebut dan menyebutnya sebagai awal yang luar biasa.

Namun mantan Anggota Kongres Marjorie Taylor Greene yang dulu sekutu Trump namun kini berselisih, menilai perilisan tersebut pengalihan isu dari masalah-masalah lebih mendesak yang dihadapi rakyat Amerika, seperti keterjangkauan harga barang dan perang di Iran.




(fyk/fyk)
TAGS




Hide Ads