Terletak sekitar 400 kilometer di lepas pantai Mozambik, pulau Madagaskar bukan hanya pulau tertua di planet ini, tetapi juga salah satu yang paling ikonis. Salah satu alasannya adalah harta karun berupa luasnya keanekaragaman hayati yang menakjubkan, memberi kita berbagai spesies hewan yang aneh namun indah, yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi.
Pulau Tertua di Bumi
Madagaskar telah ada untuk waktu yang secara ilmiah sangat lama. Pulau ini dulunya bagian benua super kuno Gondwana, sampai ia dan India memisahkan diri dari daratan yang kini menjadi Afrika sekitar 150 hingga 160 juta tahun lalu.
Kemudian, sekitar 84 hingga 91 juta tahun silam, India 'membubarkan grup' tersebut dan bergabung dengan Asia, meninggalkan Madagaskar sendirian. Sejak itu Madagaskar tampil 'solo', menjadikannya pulau tertua dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat dari isolasi panjang Madagaskar adalah evolusi berjalan sangat leluasa, menghasilkan pulau yang dipenuhi keanekaragaman hayati, dengan banyak spesies tidak ditemukan di tempat lain. Faktanya dikutip detikINET dari IFL Science, diperkirakan sekitar 90% spesies di Madagaskar adalah endemik.
Anda tidak bisa benar-benar membicarakan satwa liar Madagaskar tanpa menyebut lemur kecuali jika ingin memancing kemarahan Raja Julien, karakter animasi ikonis yang menggambarkan salah satu spesies lemur paling dikenal, lemur ekor cincin.
Spesies berekor belang ini hanya salah satu dari sekitar 107 spesies lemur di sana. Mereka termasuk yang paling berbulu lebat dan menggemaskan, seperti sifaka Coquerel dan sifaka sutra, hingga primata terkecil di dunia, lemur tikus Madame Berthe, yang panjang tubuhnya 9 hingga 9,5 sentimeter.
Kelompok lemur ini juga memiliki beberapa anggota yang benar-benar aneh dan tidak ada yang lebih aneh daripada aye-aye. Telinganya besar, bulu berantakan, dan jari-jari kurus panjang. Yang paling panjang dari semuanya adalah jari tengahnya, yang digunakan untuk mengais larva dari tempat yang sulit dijangkau.
Pesona Fossa
Madagaskar juga merupakan rumah bagi sejumlah karnivora, yang terbesar di antaranya adalah fossa yang seperti perpaduan puma atau musang. Tubuhnya ramping dengan ekor panjang. Mereka memiliki cakar yang bisa ditarik masuk untuk berburu dan memanjat pohon.
Meski fossa termasuk dalam subordo Feliformia karena mirip kucing, mereka jelas bukan kucing. Ini adalah kasus evolusi konvergen, di mana spesies-spesies yang tidak berkerabat dekat secara independen berevolusi memiliki sifat yang sama untuk membantu mereka beradaptasi di lingkungan serupa. Fossa sebenarnya berkerabat lebih dekat dengan garangan.
Keanekaragaman Hayati dalam Bahaya
Berita buruknya adalah baik lemur maupun fossa saat ini berada dalam ancaman. Faktanya, keanekaragaman hayati Madagaskar yang terkenal secara keseluruhan sedang mengalami penurunan yang cepat, dengan lebih dari 3.500 spesies tumbuhan dan hewan di pulau tersebut dianggap oleh IUCN berada di bawah tingkat ancaman tertentu.
Sejumlah faktor berperan seperti hilangnya habitat dan degradasi lahan, perubahan iklim, perburuan, serta perdagangan ilegal. Meskipun berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah ini, studi memperkirakan jika Madagaskar sampai kehilangan semua mamalia yang saat ini diklasifikasikan terancam punah, evolusi akan membutuhkan waktu 23 juta tahun untuk memulihkan tingkat keanekaragaman hayatinya kembali.
(fyk/fyk)