×
Ad

Manusia Diprediksi Tinggal dan Bekerja di Bulan Tahun 2030-an

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 02 Mei 2026 05:45 WIB
Ilustrasi pangkalan di Bulan. Foto: DW (News)
Jakarta -

Manusia sudah bisa tinggal dan bahkan juga bekerja di Bulan dalam dekade mendatang. Demikian prediksi besar dari bos perusahaan teknologi antariksa Voyager Technologies.

"Kita akan menempatkan manusia di Bulan pada akhir tahun 2020-an, dan kita akan memiliki semacam pangkalan di sana, kemungkinan berupa habitat tiup (inflatable) yang dilengkapi dengan sistem penyokong kehidupan," kata Chairman dan CEO perusahaan tersebut, Dylan Taylor baru-baru ini di Singapura.

"Memasuki era 2030-an, seperti tahun 2032 atau 2033, Anda akan bisa duduk di teras rumah di utara New York sambil menatap Bulan dan akan terlihat cahaya lampu di sana, karena sudah ada manusia yang tinggal dan bekerja di bulan," cetusnya yang dikutip detikINET dari CNBC, Sabtu (2/5/2026).

Ekonomi Bulan memang diprediksi akan segera meroket, berdasarkan catatan Deutsche Bank Februari lalu. Perusahaan seperti SpaceX milik Elon Musk juga berencana membangun kota mandiri di Bulan, yang menurut Musk bisa terwujud dalam waktu kurang dari 10 tahun.

Sementara itu, Blue Origin mengumumkan pada bulan Januari bahwa mereka akan menghentikan sementara penerbangan wisata antariksa demi berfokus membangun kehadiran yang permanen dan berkelanjutan di Bulan,

"Sektor antariksa belum pernah semenarik ini," kata Taylor. Menurutnya, industri ini baru saja dimulai, menyusul adanya kemungkinan kucuran dana pemerintah AS. Presiden AS Donald Trump meminta Kongres meningkatkan anggaran pertahanan hingga USD 1,5 triliun dan Angkatan Udara serta Angkatan Antariksa AS mengajukan permohonan anggaran sekitar USD 300 miliar.

Voyager resmi melantai di bursa saham tahun lalu dan dikenal luas melalui proyek Starlab untuk menggantikan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang dijadwalkan pensiun tahun 2030.

Pernyataan Taylor muncul setelah mantan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menggambarkan misi Artemis II baru-baru ini, yang membawa warga Kanada pertama terbang mengelilingi Bulan, sebagai pencapaian sangat besar.

"Saat kita mulai mendarat di Bulan, saat kita mulai menjangkau Mars, hal-hal seperti inilah yang akan membuat orang-orang terus merasa antusias," sebut Trudeau.

Antariksa kini adalah tempat berbagai infrastruktur vital seperti satelit telekomunikasi. Low Earth Orbit (Orbit Bumi Rendah), didefinisikan NASA sebagai bentangan ruang angkasa pada ketinggian 2.000 km atau kurang, telah menarik investasi lebih dari USD 45 miliar di 2025, naik dari USD 25 miliar pada tahun 2024.

Taylor mengungkapkan harapannya agar data center dapat beroperasi di antariksa dalam lima tahun ke depan, meskipun ia menyoroti adanya tantangan teknis terkait pelepasan panas.



Simak Video "Video: NASA dan Angkatan Laut AS Siap Jemput Astronaut Artemis II Usai Pendaratan"

(fyk/agt)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork