Wanita berusia 78 tahun menjadi orang ketiga yang tewas akibat gigitan ular di California dalam beberapa minggu terakhir. Korban digigit tiga kali oleh makhluk berbisa tersebut, yang diyakini sebagai ular derik, saat sedang berjalan di daerah pedesaan Redwood Valley pada tanggal 4 April.
Menurut Kantor Sheriff Mendocino County yang dikutip detikINET dari Sky News, dia sempat dibawa ke rumah sakit oleh kerabatnya, tetapi kesehatannya memburuk dan ia meninggal dua hari kemudian.
Pihak berwenang mengatakan penyebab kematiannya dikonfirmasi sebagai envenomasi (keracunan) akibat gigitan ular, serta komplikasi darah yang kemungkinan besar disebabkan oleh racun tersebut.
Insiden ini terjadi setelah seorang wanita berusia 46 tahun tewas pada bulan Maret akibat diserang ular saat sedang mendaki di Wildwood Park, Ventura County. Seorang pria berusia 25 tahun juga meninggal setelah digigit di Orange County saat bersepeda gunung pada bulan yang sama.
Korban-korban lain baru-baru ini di negara bagian tersebut termasuk seorang gadis remaja yang harus diselamatkan dari jalur lintas alam setelah digigit dan seorang wanita yang diserang saat sedang memetik bunga. Keduanya untungnya selamat.
Kematian terbaru ini meningkatkan kekhawatiran tentang lonjakan kasus ular yang menggigit manusia di negara bagian Amerika Serikat tersebut. California Poison Control System yang dikelola University of California San Francisco, menyatakan telah terjadi peningkatan kasus yang tak terduga akhir-akhir ini.
"Dari Januari hingga akhir Maret, kami menerima panggilan untuk berkonsultasi pada sekitar 70 kasus, yang merupakan angka yang tidak biasa untuk periode ini dalam setahun," sebut seorang jubir.
"Setiap tahun, kami biasanya menerima panggilan untuk sekitar 300-350 kasus gigitan ular derik dari seluruh penjuru California. Sebagian besar kasus terjadi pada awal musim semi dan musim panas (April hingga Agustus)," imbuhnya.
Wilayah tersebut dilanda hujan lebat dan suhu tinggi yang tidak sesuai musimnya dalam beberapa minggu terakhir. Menurut ahli, kondisi ini kemungkinan memicu ular-ular tersebut keluar dari sarang musim dingin. Ular derik adalah satu-satunya ular berbisa asli yang hidup di negara bagian tersebut.
Sekitar 8.000 orang digigit oleh ular berbisa setiap tahun di AS, tapi biasanya hanya lima orang meninggal per tahun. Namun demikian, hingga 44% korban menderita cedera permanen, seperti kehilangan sebagian atau seluruh jari.
Simak Video "Video: Demi DNA Purba, Peneliti RI Ini Jalani Hari 'Tanpa Malam' di Antartika"
(fyk/afr)