Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
10 Hari yang Pikat Dunia, Artemis 2 Buka Jalan Kembali ke Bulan

10 Hari yang Pikat Dunia, Artemis 2 Buka Jalan Kembali ke Bulan


Fino Yurio Kristo - detikInet

NASA astronaut and Artemis II mission specialist Christina Koch peers out of one of the Orion spacecrafts main cabin windows, looking back at Earth, as the crew travels towards the Moon April 2, 2026.  NASA/Handout via REUTERS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REFILE - CORRECTING YEAR FROM
Salah satu foto dari misi Artemis 2. Foto: via REUTERS/NASA
Jakarta -

Para astronaut yang menjalankan misi Artemis 2 NASA mengelilingi Bulan telah mendarat di Bumi dan kini mereka sudah kembali bekerja untuk membantu NASA mempersiapkan lompatan besar selanjutnya.

Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada memukau dunia saat mereka terbang dalam misi 10 hari mengelilingi sisi jauh Bulan dan kembali ke Bumi dengan wahana antariksa Orion Integrity.

Kru membagikan foto inspiratif Bumi dan Bulan beserta refleksi yang menyentuh hati jutaan orang, mulai dari peluncuran pada 1 April hingga pendaratan di laut pada 10 April. "Kami ingin pergi ke sana dan mencoba melakukan sesuatu yang dapat menyatukan dunia," ungkap Wiseman, komandan Artemis 2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan rasa terima kasih tidak hanya ke NASA, tapi juga kepada rekan media dan masyarakat dunia pada umumnya yang telah meluangkan waktu untuk menonton.

ADVERTISEMENT

Artemis 2 merupakan misi berawak pertama program Artemis, sekaligus penerbangan berawak pertama bagi kapsul Orion. Pada dasarnya, Artemis 2 adalah penerbangan uji coba bagi sistem pendukung kehidupan Orion serta uji kelayakan untuk memastikan wahana tersebut mampu menopang kehidupan kru selama misi di sekitar Bulan.

Wiseman dan rekan mengatakan apa yang mereka pelajari menjadi pertanda baik bagi misi Artemis masa depan. "Hal yang benar-benar mengejutkan saya pada misi ini adalah betapa baiknya performa wahana antariksa tersebut saat dikendalikan dan seberapa baik mesinnya mampu menopang empat manusia di dalamnya," ujar Wiseman.

Memang ada beberapa masalah kecil yang perlu diatasi seperti suhu kabin. "Kami sedikit kedinginan pada dua hari pertama. Mereka kemudian menaikkan suhunya. Mereka memperbaiki semua yang kami minta," ungkapnya.

Artemis 3 adalah jadwal peluncuran berikutnya, yang akan melibatkan kru lain di Orion untuk mempraktikkan manuver pertemuan dan penyandaran di orbit Bumi bersama satu atau kedua wahana pendarat bulan Artemis yang telah dikontrak. Baik SpaceX maupun Blue Origin ditunjuk menyediakan wahana pendarat untuk program ini.

Misi tersebut dijadwalkan lepas landas pertengahan 2027. Kini, dengan rampungnya Artemis 2, Wiseman mengatakan pendaratan berawak di Bulan terasa lebih memungkinkan untuk dicapai daripada sebelumnya.

"Jika kami membawa wahana pendarat penerbangan perdana di misi tersebut, saya yakin setidaknya tiga rekan kru saya sudah akan berada di dalamnya, mencoba mendarat di Bulan," cetusnya.

"Ini akan menjadi tantangan teknis sangat besar, tapi tim ini harus bekerja setiap hari dengan keyakinan bahwa hal ini benar-benar bisa dilakukan dan bisa diwujudkan dalam waktu dekat," imbuhnya.

Dikutip detikINET dari Space.com, Senin (20/4/2026) jika jadwal NASA tidak berubah dan Artemis 3 berjalan lancar, Artemis 4 akan mendaratkan astronaut dekat kutub selatan Bulan pada akhir tahun 2028.




(fyk/fay)





Hide Ads
LIVE