×
Ad

Kota Legendaris Alexandria Ditemukan di Irak

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 16 Apr 2026 09:15 WIB
Foto: Earth.com
Jakarta -

Para arkeolog akhirnya mengonfirmasi penemuan kota legendaris Alexandria on the Tigris atau Alexandria di tepi Sungai Tigris, sebuah kota pelabuhan besar yang didirikan oleh Alexander the Great lebih dari 2.000 tahun lalu.

Kota yang lama hilang ini ditemukan di wilayah selatan Irak, tepatnya di situs Jebel Khayyaber, setelah bertahun-tahun menjadi misteri bagi para peneliti. Para peneliti menyebut situs ini sebagai kota pelabuhan penting pada masanya, yang menghubungkan perdagangan antara Mesopotamia, India, hingga kawasan Mediterania.

"Para peneliti telah mengidentifikasi kota Alexandria on the Tigris yang telah lama hilang," tulis laporan tersebut seperti dikutip dari Earth.com.

Kota ini diyakini didirikan sekitar abad ke-4 SM sebagai pusat perdagangan strategis. Penemuan ini dimungkinkan berkat kombinasi teknologi modern seperti drone, pemetaan geofisika, dan analisis citra satelit.

"Kualitas bukti geofisika ini benar-benar luar biasa, dan pelestarian bangunannya sangat baik," ujar Stefan Hauser dari Konstanz University, Jerman.

Ia menjelaskan bahwa struktur kota bahkan masih bisa terdeteksi tepat di bawah permukaan tanah. Penelitian menunjukkan bahwa kota ini memiliki ukuran sangat besar untuk standar zaman kuno, lengkap dengan tembok kota, jalan grid, kawasan pemukiman, hingga pelabuhan dan kanal.

"Ukuran blok kota ini luar biasa... bahkan melampaui kota-kota besar pada masanya," kata Hauser.

Hal ini menunjukkan bahwa Alexandria merupakan pusat urban yang sangat maju. Pada masa kejayaannya, kota ini menjadi titik penting dalam jaringan perdagangan global kuno.
Barang-barang seperti rempah, tekstil, dan logam diperdagangkan melalui kota ini, menghubungkan Timur dan Barat. Lokasinya yang berada di pertemuan jalur sungai dan laut menjadikannya sangat strategis.

Namun, kejayaan kota ini tidak bertahan selamanya. Perubahan aliran Sungai Tigris membuat pelabuhan kehilangan akses utama. Akibatnya, aktivitas ekonomi menurun dan kota perlahan ditinggalkan.

Penemuan ini dinilai sangat penting karena membantu mengisi kekosongan sejarah di kawasan Mesopotamia, terutama pada periode yang minim catatan tertulis. Para ilmuwan kini berharap penelitian lanjutan bisa mengungkap lebih banyak tentang kehidupan di kota tersebut.

Karena minim gangguan pembangunan modern, situs ini menawarkan peluang langka bagi ilmuwan untuk merekonstruksi tata kota kuno secara utuh. Meski sudah teridentifikasi, banyak aspek kota ini yang masih belum terungkap, termasuk detail kehidupan sosial dan politiknya. Penelitian lanjutan diharapkan bisa membuka lebih banyak rahasia dari salah satu kota paling penting dalam sejarah dunia kuno ini.



Simak Video "Video: Arkeolog Temukan Permukiman Danau Tertua Eropa di Albania"

(rns/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork