Sebuah penemuan mengejutkan datang dari Mesir. Para arkeolog berhasil mengidentifikasi struktur misterius berukuran besar yang terkubur di bawah tanah menggunakan teknologi satelit canggih.
Struktur tersebut ditemukan di kawasan Buto, Mesir utara, tepatnya di situs Tell el-Fara'in yang dikenal sebagai 'Bukit Para Firaun'. Struktur ini terkubur pada kedalaman sekitar tiga hingga enam meter di bawah permukaan tanah.
Penemuan ini bermula dari analisis citra radar satelit Sentinel-1. Tim peneliti yang dipimpin Mohamed Abouarab ini menemukan anomali di permukaan tanah yang mengindikasikan adanya bangunan tersembunyi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemindaian tanah mengungkap struktur seluas 500 meter persegi yang terkubur di Buto, Mesir, dengan indikasi ritual dan kemungkinan fungsi keagamaan kuno," tulis laporan tersebut seperti dikutip dari Click PetrolΓ©o e Gas, Sabtu (11/4/2026).
Untuk memastikan temuan tersebut, para ilmuwan kemudian menggunakan teknik Electrical Resistivity Tomography (ERT). Metode ini bekerja dengan mengalirkan arus listrik ke dalam tanah untuk mengukur resistansi di berbagai lapisan.
Hasilnya, terdeteksi struktur berbahan bata lumpur dengan ukuran sekitar 25 x 20 meter atau sekitar 500 meter persegi. Struktur ini tertutup oleh lapisan puing dan keramik yang menumpuk selama berabad-abad.
Penggalian lanjutan mengungkap bahwa bangunan tersebut berasal dari periode Saite, sekitar 2.600 tahun lalu. Ini merupakan masa dinasti terakhir penguasa asli Mesir sebelum penaklukan Persia.
Di lokasi tersebut juga ditemukan berbagai artefak penting, seperti jimat dan patung yang berkaitan dengan dewa-dewi Mesir kuno seperti Isis, Horus, dan Wadjet. Temuan altar di dalamnya semakin menguatkan dugaan bahwa tempat ini memiliki fungsi keagamaan.
Menariknya, para peneliti menduga masih ada struktur lain yang lebih besar tersembunyi di bawah lapisan tanah liat tebal di kawasan tersebut. Penelitian lanjutan pun direncanakan untuk memperdalam eksplorasi.
Di wilayah seperti Delta Nil yang memiliki kondisi tanah kompleks dan sulit digali, pendekatan berbasis satelit menjadi kunci untuk mengungkap jejak peradaban kuno yang terkubur ribuan tahun.
(rns/hps)