Astronaut Artemis II yang terbang ke Bulan baru-baru ini terbang menggunakan baju luar angkasa berwarna oranye. Ternyata, baju astronaut tidak harus putih melainkan bisa berwarna-warni, termasuk oranye. Pemilihan warna oranye untuk misi ini pun ada maksudnya.
Pertama, warna yang dipakai astronaut Artemis bukan sembarang warna oranye. Ini adalah 'oranye internasional' dan dalam industri kedirgantaraan warna ini memiliki corak yang sangat spesifik: #FF4F00. Alasan digunakannya warna oranye dalam Artemis agar para awak kapal mudah dikenali, jadi ini m0asalah visibilitas.
Bayangkan jika kamu ingin menemukan sesuatu di tempat yang sulit seperti laut (tempat para astronaut mungkin berada setelah mendarat di air), pasti kamu ingin menginginkan warna yang benar-benar menonjol di antara warna biru air. Oranye akan sangat membantu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, secara historis, oranye tidak selalu menjadi standar. Pakaian antariksa dirancang untuk melindungi para astronaut jika terjadi penurunan tekanan kabin secara tiba-tiba. Pakaian antariksa program Mercury berwarna metalik dan terbuat dari nilon berlapis aluminium untuk tujuan pengendalian termal. Gaya ini tentu bertanggung jawab atas estetika tertentu dari film fiksi ilmiah tahun 1960-an.
Dengan Gemini, warnanya berubah menjadi putih karena bahan isolasi berubah. Hal ini berlanjut dengan pakaian antariksa Apollo dan, selanjutnya, dengan pakaian antariksa yang digunakan di Skylab, stasiun ruang angkasa AS pertama, yang saat itu menampilkan warna aksen biru dan merah yang modis dan sesuai dengan logo NASA. Era pesawat ulang-alik membawa warna-warna baru, dengan warna kuning mustard yang tentu saja merupakan pilihan yang menarik.
Melansir IFLScience, peralihan ke warna oranye terjadi setelah bencana Challenger, ketika pada tahun 1986 pesawat ulang-alik Challenger meledak 73 detik setelah lepas landas. Insiden ini menewaskan ketujuh awaknya, termasuk guru sekolah Christa McAuliffe. Sejak saat itu, NASA menggunakan pakaian peluncuran berwarna oranye, karena akan sangat terlihat dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
Setelah pensiunnya pesawat ulang-alik, dan sebelum munculnya Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System), akses NASA ke orbit Bumi rendah dilakukan melalui Rusia atau melalui perusahaan swasta. Pakaian peluncuran SpaceX berwarna putih, sedangkan pakaian peluncuran Boeing Starliner yang bermasalah berwarna biru.
Untuk Artemis, NASA terus menggunakan warna oranye internasional. Pesawat ruang angkasa Orion telah dirancang dengan beberapa sistem pembatalan yang dapat membawa astronaut menjauh dari roket jika terjadi sesuatu yang tidak terduga.
Berbagai skenario akan mengirimkan Orion untuk mendarat di Samudra Atlantik relatif dekat, atau di Atlantik timur, baik di dekat Irlandia, Inggris, Spanyol, atau Maroko. Skenario lainnya ialah mengirimkan Orion ke orbit dangkal untuk memasuki kembali atmosfer di Samudra Pasifik. Semua skenario ini melibatkan laut, oleh karena itu mereka mengenakan pakaian oranye.
(ask/ask)

