Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Viral Teori Udara Kantor Bikin Orang Lebih Jelek, Ini Faktanya

Viral Teori Udara Kantor Bikin Orang Lebih Jelek, Ini Faktanya


Aisyah Kamaliah - detikInet

Viral office air theory atau teori udara kantor, di mana orang-orang di TikTok membagikan momen mereka menjadi lebih jelek pada akhir jam kerja.
Viral 'office air theory' atau 'teori udara kantor', di mana orang-orang di TikTok membagikan momen mereka menjadi lebih jelek pada akhir jam kerja. Foto: Up Worthy
Jakarta -

Viral 'office air theory' atau 'teori udara kantor', di mana orang-orang di TikTok membagikan momen mereka menjadi lebih jelek pada akhir jam kerja. Padahal, saat masuk kerja di pagi hari, penampilan mereka masih sangat on point.

Video Noa Donlan, seorang gadis kantoran, banyak diperbincangkan setelah dia memperlihatkan perubahan drastis dirinya sebelum VS sesudah bekerja, meski cuma beberapa jam saja.

Kocaknya, tak cuma Donlan yang merasakan hal ini, netizen juga banyak memberikan kesaksian serupa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Aku terlihat seperti anak kecil Victoria yang sakit pada saat makan siang," aku netter.

Tak cuma Donlan, content creator lain turut mengunggah video mirip Donlan, ketika udara kantor mengubah penampilan mereka jadi lebih berantakan. Mereka mengeluh kulit yang jadi lebih kering, kening dan rambut yang berminyak, dan bibir pecah-pecah.

"Udara kantor adalah yang paling mematikan," kata pekerja kantor lainnya dalam sebuah video yang telah ditonton 1,2 juta kali.

"Tidak peduli seberapa baik saya mencoba membuat diri saya terlihat di pagi hari, saya akan meninggalkan kantor dengan penampilan seperti baru saja lari maraton dan mencuci muka dengan minyak," imbuhnya.

Benarkah Ada Office Air Theory?

Tidak ada penjelasan atau pembenaran terang dari teori ini, tapi memang ada beberapa hal yang membuat penampilan jadi downgrade di kantor. Penyebab utama tentu saja air conditioner (AC) yang bekerja non-stop.

Ditambah lagi, kantor tanpa jendela yang bisa dibuka berarti kulit mendapat lebih sedikit oksigen sepanjang hari. Hal ini, ditambah dengan dehidrasi, menjadikan kulit tampak kusam dan lelah, jelas pakar kulit Fiona Brackenbury dalam sebuah wawancara dengan Refinery29.

Hal lain yang dapat disalahkan adalah efek berkurangnya sirkulasi karena sedikit bergerak, stres, dan mata yang terpaku pada layar.

Melansir Up Worthy, Selasa (2/6/2026), ternyata ada hal simpel yang dapat dilakukan untuk melawan 'udara kantor', terutama masalah kulit kering.

Dr Catherine Chang, seorang ahli bedah plastik, merekomendasikan penggunaan pelembab portabel kecil di meja, serta pelembab yang baik atau asam hialuronat yang dapat digunakan kembali sesuai kebutuhan.

Dia juga menyarankan penyemprotan asam hipoklorit, yang dapat membantu mengatasi peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas. Dia mencatat bahwa ini mungkin tidak benar-benar membantu mengatasi kulit kering, tapi setidaknya bisa membuat kamu merasa segar.

Selain itu, para ahli merekomendasikan serum yang mengandung niacinamide, vitamin E, dan/atau resveratrol, yang membantu melindungi dari kerusakan lingkungan, mendukung produksi kolagen, serta menenangkan kulit.

Lebih lanjut, walaupun teori ini belum terbukti benar, ada hal menarik yang tak ada salahnya diterapkan yakni manajemen stres. Ini menjadi pengingat bahwa lingkungan kerja kita membentuk perasaan dan bahkan penampilan kita sepanjang hari.




(ask/fay)








Hide Ads