Empat awak astronaut misi Artemis 2 saat ini sedang dalam perjalanan menuju Bulan. Dalam perjalanan 10 hari ini, mereka dibekali makanan dan minuman khusus yang tahan lama dan dapat disiapkan secara cepat.
Kapsul Orion yang membawa astronaut Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen mengelilingi Bulan memiliki ruang yang terbatas dan tidak dilengkapi kulkas atau kompor.
Berbeda dengan International Space Station yang memiliki kulkas dan pasokan makanannya dapat dikirim rutin dari Bumi, misi Artemis 2 akan terbang solo tanpa misi untuk menyetok ulang bahan makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASA berkoordinasi dengan pakar makanan luar angkasa untuk menyiapkan makanan khusus yang mempertimbangkan kebutuhan kalori, hidrasi, dan nutrisi. Makanan untuk astronaut juga tidak boleh menyisakan banyak remah dan harus mudah disiapkan dalam kondisi mikrogravitasi.
"Awak astronaut menggunakan dispenser air minum Orion untuk menghidrasi makanan dan minuman, serta penghangat makanan ringkas berbentuk koper untuk memanaskan makanan sesuai kebutuhan," kata NASA.
NASA membagikan infografis menu makanan dan minuman yang dibawa oleh misi Artemis 2. Ada 189 jenis makanan dan minuman berbeda, termasuk lebih dari 10 jenis minuman.
Ada lima jenis saus pedas, 58 tortilla, dan sederet cemilan manis mulai dari pudding, cake, coklat, hingga kue kering. Astronaut di misi ini dijadwalkan makan tiga kali sehari dan boleh mengonsumsi hingga dua minuman beraroma per hari, termasuk kopi.
Agar makanan tetap awet selama perjalanan, masing-masing kontainer Artemis 2 berisi makanan untuk 2-3 hari, sehingga para astronaut dapat memilih dari beberapa pilihan hanya dengan membuka satu kota. Namun, ada beberapa batasan tergantung tahap misi yang dikerjakan.
"Menu disesuaikan berdasarkan kemampuan persiapan makanan di pesawat luar angkasa selama setiap fase penerbangan," kata NASA.
"Makanan tertentu - seperti makanan beku kering - membutuhkan hidrasi menggunakan dispenser air minum Orion, yang tidak tersedia selama beberapa fase, termasuk peluncuran dan pendaratan. Alhasil, makanan yang dipilih untuk fase tersebut harus siap makan dan kompatibel dengan batasan operasional pesawat luar angkasa, sementara pilihan makanan yang lebih lengkap akan tersedia setelah sistem persiapan makanan beroperasi," sambungnya.
Dua awak Artemis 2 mengaku senang dengan pilihan makanan yang ditawarkan. Koch, yang pernah tinggal sekitar satu tahun di ISS, mengatakan ia terkesan dengan variasi makanannya.
"Berbagai hidangan utama yang mungkin tidak Anda bayangkan dapat dihidrasi kembali, dan benar-benar terasa enak di luar angkasa," ujarnya.
(vmp/rns)

