Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fenomena Astronomi April 2026: Dibuka dengan Pink Moon, dan Ada Hujan Meteor

Fenomena Astronomi April 2026: Dibuka dengan Pink Moon, dan Ada Hujan Meteor


Rachmatunnisa - detikInet

SAN FRANCISCO, CA, UNITED STATES - APRIL 05: Full Pink Moon rises over San Franciscos Golden Gate Bridge as seen from Sausalito in San Francisco, California, United States on April 05, 2023. (Photo by Tayfun Coskun/Anadolu Agency via Getty Images)
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Langit malam pada April 2026 akan dipenuhi berbagai fenomena astronomi menarik, dibuka dengan Pink Moon, ada hujan meteor Lyrid hingga kemunculan planet dan komet terang.

Menariknya, sebagian besar fenomena ini bisa dilihat dengan mata telanjang, asalkan langit cerah dan carilah lokasi yang minim cahaya. Berikut tanggal dan daftar fenomena astronomi April 2026, dikutip dari SeaSky.

1-2 April - Muncul Pink Moon

Awal April, Bulan akan berada di posisi berlawanan dengan Matahari sehingga seluruh permukaannya terlihat terang dari Bumi. Fase ini dikenal sebagai purnama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena ini disebut Pink Moon, bukan karena warnanya benar-benar merah muda, melainkan berasal dari tradisi suku asli Amerika yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga musim semi seperti moss pink.

Purnama April juga punya nama lain seperti Sprouting Grass Moon, Growing Moon, hingga Egg Moon. Bahkan beberapa suku pesisir menyebutnya Fish Moon karena bertepatan dengan musim ikan bermigrasi.

ADVERTISEMENT

21 April - Waktu Terbaik Melihat Merkurius

Pada 21 April, planet Merkurius mencapai posisi elongasi barat terbesar, yaitu sekitar 27,4 derajat dari Matahari. Ini menjadi momen terbaik untuk melihat Merkurius karena posisinya cukup tinggi di langit saat pagi hari.

Untuk mengamatinya, kamu bisa melihat ke arah timur sebelum Matahari terbit. Merkurius akan tampak rendah di horizon, tetapi cukup terang jika langit cerah.

22-23 April - Hujan Meteor Lyrid

Salah satu fenomena paling ditunggu adalah hujan meteor Lyrid, yang aktif setiap tahun pada 16-25 April. Puncak hujan meteor ini terjadi pada malam 22 April hingga dini hari 23 April, dengan intensitas sekitar 20 meteor per jam dalam kondisi langit gelap.

Hujan meteor Lyrid berasal dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher. Menariknya, beberapa meteor Lyrid bisa meninggalkan jejak cahaya terang yang bertahan beberapa detik. Karena fase Bulan hanya sabit tipis, cahaya Bulan tidak akan terlalu mengganggu, sehingga kondisi pengamatan cukup ideal. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah setelah tengah malam di lokasi minim polusi cahaya.

27 April - Bulan Baru, Langit Paling Gelap

Pada 27 April, Bulan memasuki fase Bulan baru, yakni ketika posisinya sejajar dengan Matahari dan tidak terlihat di langit malam. Ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati objek langit redup seperti galaksi, gugus bintang, dan nebula karena tidak ada cahaya Bulan yang mengganggu.




(rns/rns)






Hide Ads