Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AS Perang, NASA Ungkap Nasib Misi Berawak ke Bulan 1 April 2026

AS Perang, NASA Ungkap Nasib Misi Berawak ke Bulan 1 April 2026


Agus Tri Haryanto - detikInet

Artemis II
Foto: NASA
Jakarta -

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan kesiapannya dalam meluncurkan misi berawak Artemis 2 menuju Bulan pada 1 April 2026. Misi ini akan menjadi perjalanan manusia pertama ke wilayah sekitar satelit alami Bumi tersebut sejak era program Apollo lebih dari lima dekade lalu.

Meski AS tengah terlibat perang di Timur Tengah, negara Paman Sam ini tetap melanjutkan misi berawak ke Bulan. Berdasarkan informasi terbaru, NASA mengatakan seluruh sistem utama berada dalam kondisi baik dan tidak ada kendala teknis besar yang menghambat jadwal peluncuran.

Salah satu pejabat program Artemis menyatakan keyakinannya terhadap kesiapan roket dan tim yang terlibat dalam misi tersebut. Ia menegaskan bahwa tim telah melalui berbagai tahap pemeriksaan menyeluruh sebelum memasuki fase akhir menuju peluncuran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Sistem penerbangan kami sudah siap, sistem darat sudah siap, tim peluncuran dan operasi kami sudah siap, dan tim operasi penerbangan kami di Houston juga siap. Kru tiba kemarin, dan saya tahu bahwa mereka siap - mereka lebih dari siap," ujar Lori Glaze, penjabat administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Pengembangan Sistem Eksplorasi NASA dikutip Space, Senin (30/3/2026).

Artemis 2 akan menjadi misi berawak pertama dalam program Artemis NASA yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan dan mempersiapkan eksplorasi ruang angkasa lebih jauh.

Dalam misi ini, empat astronaut akan terbang menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion untuk melakukan perjalanan mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi. Misi ini diperkirakan berlangsung sekitar 10 hari.

Peluncuran dijadwalkan berlangsung dari Kennedy Space Center di Florida pada 1 April pukul 18.24 waktu setempat jika semua kondisi teknis dan cuaca mendukung.

Artemis 2 menjadi tonggak penting bagi NASA karena akan menjadi penerbangan berawak pertama ke wilayah Bulan sejak misi Apollo terakhir pada 1972.

Jika misi ini berhasil, NASA akan melanjutkan tahap berikutnya dalam program Artemis yang bertujuan membawa astronaut kembali mendarat di permukaan Bulan dalam misi mendatang.

Selain menguji sistem pesawat Orion dengan awak di dalamnya, misi ini juga akan memberikan data penting tentang dampak perjalanan ruang angkasa jauh terhadap tubuh manusia.

NASA berharap keberhasilan Artemis 2 akan membuka jalan bagi eksplorasi Bulan yang lebih berkelanjutan serta menjadi fondasi bagi misi manusia menuju Mars di masa depan.




(agt/agt)






Hide Ads
LIVE