Para ilmuwan menemukan bentuk kehidupan yang mampu bertahan di salah satu tempat paling ekstrem di Bumi, yakni Gurun Atacama di Chile, wilayah yang dikenal sebagai gurun paling kering di dunia.
Temuan ini mengejutkan karena sebagian besar wilayah Atacama nyaris tidak memiliki air dan sering dianggap tidak layak dihuni makhluk hidup. Namun penelitian terbaru justru menunjukkan adanya komunitas organisme yang berkembang di sana.
Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan komunitas nematoda, jenis cacing mikroskopis yang hidup di dalam tanah gurun. Tak hanya satu atau dua spesies, ilmuwan menemukan keanekaragaman yang jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, yakni 21 famili dan 56 genus nematoda.
Dikutip dari LadBibble, Kamis (26/3/2026) penemuan ini menunjukkan bahwa bahkan di lingkungan paling ekstrem sekalipun, kehidupan masih bisa bertahan dengan cara yang belum sepenuhnya dipahami. Nematoda dikenal sebagai organisme yang sangat adaptif. Mereka mampu hidup di lingkungan ekstrem seperti dasar laut, Antartika, hingga gurun super kering seperti Atacama.
Gurun ini sendiri sering dijadikan analog planet Mars karena kondisi keringnya yang ekstrem dan minim kehidupan. Menariknya, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar nematoda di wilayah ini berkembang biak secara aseksual, strategi yang memungkinkan mereka bertahan di kondisi yang sangat keras.
Memahami Perubahan Iklim
Peneliti dari Institute of Zoology, University of Cologne, Philipp Schiffer, menekankan pentingnya temuan ini dalam konteks perubahan iklim global. "Seiring meningkatnya kekeringan global, hasil ini menjadi semakin relevan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa memahami cara organisme bertahan di lingkungan ekstrem bisa membantu ilmuwan memprediksi dampak perubahan iklim terhadap ekosistem. Lebih jauh, penelitian ini juga membuka kemungkinan baru dalam pencarian kehidupan di luar Bumi.
"Memahami bagaimana organisme beradaptasi di lingkungan ekstrem dan faktor lingkungan yang memengaruhi penyebarannya dapat membantu memperkirakan konsekuensi ekologis dari perubahan iklim," jelasnya.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kehidupan mungkin bisa muncul atau bertahan di planet lain dengan kondisi ekstrem seperti Mars. Penemuan komunitas kehidupan di Atacama menjadi bukti bahwa batas kehidupan di Bumi jauh lebih luas dari yang sebelumnya diperkirakan.
Dari gurun paling kering hingga lingkungan ekstrem lainnya, ilmuwan kini semakin yakin bahwa kehidupan bisa beradaptasi dengan cara-cara yang tak terduga, dan mungkin juga terjadi di luar planet kita.
Simak Video "Tiga WNI Nekat Naik Haji Ilegal Lewati Gurun, Satu Orang Tewas"
(rns/fay)