Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fenomena 'Taman Gurita' di Laut, Ribuan Gurita Kumpul di Dasar Samudra

Fenomena 'Taman Gurita' di Laut, Ribuan Gurita Kumpul di Dasar Samudra


Rachmatunnisa - detikInet

Ilustrasi gurita.
Ilustrasi gurita. Foto: Getty Images/michaelkuehneisen
Jakarta -

Ilmuwan mengungkap fenomena unik di laut dalam Pasifik utara, ribuan gurita berkumpul di satu lokasi sehingga disebut sebagai taman gurita. Ini mengejutkan karena gurita umumnya hidup sendiri, bukan dalam kelompok besar seperti yang terjadi di area tersebut.

Temuan ini berasal dari penelitian yang dipublikasikan oleh tim peneliti dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI). Lokasi taman gurita berada pada kedalaman sekitar 3,2 kilometer di bawah permukaan laut, di dekat punggungan gunung laut di luar pantai California, Amerika serikat. Di sana, ribuan gurita mutiara (Muusoctopus robustus) tampak berkumpul dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada yang pernah diamati sebelumnya.

Para ilmuwan memperkirakan ada lebih dari 20 ribu ekor gurita dalam satu area. Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai bukti bahwa ada kondisi khusus yang memicu perilaku berkumpul yang tidak biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu aspek yang membuat lokasi ini menarik adalah perbedaan suhu air laut di sekitar taman gurita dengan lingkungan sekitarnya. Air di sana lebih hangat dibandingkan area sekitarnya, yang biasanya sangat dingin di kedalaman laut yang ekstrem itu.

Para peneliti menyimpulkan bahwa air yang lebih hangat ini berasal dari mata air panas bawah laut yang mengalir melalui celah batuan di dasar laut, menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung penetasan telur dan perkembangan embrio gurita.

ADVERTISEMENT

"Kami melihat bahwa suhu di lokasi ini jauh lebih hangat daripada sekitarnya, dan ini tampaknya mempercepat perkembangan telur sehingga gurita memilih tempat ini sebagai lokasi penetasan alami. Itu sebabnya kami melihat begitu banyak individu berkumpul di sini, sesuatu yang biasanya tidak terjadi pada spesies ini," kata para peneliti menjelaskan fenomena ini, dikutip dari Wild Discovery.

Studi lebih lanjut dari MBARI menunjukkan bahwa taman gurita ini sebenarnya berfungsi sebagai 'nursery' atau tempat berkumpulnya induk gurita untuk bertelur dan menjaga anaknya sampai menetas. Para ilmuwan menyatakan bahwa tanpa kondisi hangat dari perairan tersebut, telur gurita yang diletakkan di dasar laut yang sangat dingin kemungkinan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menetas atau bahkan gagal berkembang.

Selain faktor suhu, para peneliti juga menemukan bahwa struktur dasar laut yang berlubang dan celah batuan di daerah ini memberikan perlindungan fisik bagi telur dan anak gurita yang baru menetas. Dengan begitu, lokasi ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga memberi peluang hidup lebih baik bagi generasi gurita berikutnya.

Fenomena taman gurita ini menjadi salah satu contoh betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang kehidupan di laut dalam. Ribuan gurita yang hidup bersama-sama di satu lokasi membuka pertanyaan baru tentang interaksi sosial hewan laut, adaptasi terhadap lingkungan ekstrem, dan strategi reproduksi yang unik.

Para peneliti berencana melanjutkan pengamatan musim berikutnya untuk memahami lebih dalam dinamika perilaku gurita di taman gurita tersebut dan implikasinya terhadap ekosistem laut dalam yang luas.




(rns/rns)
TAGS






Hide Ads