Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Mars Purba Ternyata 'Planet Biru' Mirip Bumi

Mars Purba Ternyata 'Planet Biru' Mirip Bumi


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto Permukaan Mars
Permukaan Planet Mars. Foto: NASA
Jakarta -

Bukti baru menunjukkan bahwa Mars mungkin pernah menjadi planet biru, berkat adanya samudra yang membentang luas di seluruh belahan utaranya. Kamera dari beberapa wahana pengorbit Mars menangkap sisa-sisa berdebu dari apa yang tampak seperti delta sungai. Temuan ini dijelaskan dalam penelitian di jurnal NPJ Space Exploration.

Tim yang dipimpin peneliti dari University of Bern ini mengamati kawasan Valles Marineris yang termasyhur, sistem lembah terbesar di Mars yang ukurannya lima kali lebih panjang daripada Grand Canyon. Di sekitar wilayah Planet Merah ini, para ilmuwan melihat struktur di dekat sistem ngarai yang menyerupai delta sungai di Bumi.

"Struktur ini merepresentasikan muara sungai yang menuju ke laut. Dengan demikian, studi baru ini memberikan bukti jelas tentang adanya garis pantai, dan konsekuensinya, keberadaan samudra purba di Mars," tulis mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Air di Segala Penjuru

Meski Mars saat ini kering dan berdebu, ada banyak tanda planet ini pernah menyimpan air di masa lampau. Contohnya, wahana penjelajah Mars menemukan batu yang mungkin mengandung mineral oksida besi yang memuat air. Rover Curiosity juga memotret kemungkinan ada "riak" dari dasar sungai purba dan beberapa misi menemukan apa yang mungkin merupakan cadangan air bawah tanah yang sangat besar.

Studi baru ini berfokus pada geomorfologi Mars, yaitu studi tentang permukaan dan proses pembentukannya, serta memanfaatkan data dari beberapa wahana antariksa, termasuk ExoMars Trace Gas Orbiter, Mars Express, dan Mars Reconnaissance Orbiter.

ADVERTISEMENT

"Citra satelit Mars beresolusi tinggi yang unik memungkinkan kami mempelajari lanskap Mars secara sangat mendetail melalui survei dan pemetaan," ujar Ignatius Argadestya, penulis utama studi tersebut.

"Saat mengukur dan memetakan citra Mars, saya bisa mengenali gunung dan lembah yang menyerupai lanskap pegunungan di Bumi. Namun, saya sangat terkesan dengan delta yang saya temukan di tepi salah satu gunung tersebut," imbuhnya.

Tim peneliti melihat kemungkinan adanya "delta kipas" (fan deltas), yang terbentuk ketika puing-puing dan pasir menumpuk di air tenang. Menurut tim tersebut, endapan dalam citra Mars ini sangat mirip dengan delta kipas aktif di Bumi. Di planet kita, delta semacam ini menumpuk di titik pertemuan tempat sungai mengalir ke laut.

Semua "endapan" tersebut dipetakan berada pada ketinggian antara 3.650 hingga 3.750 meter dan terbentuk sekitar 3,37 miliar tahun lalu. Mengingat semua endapan berada pada ketinggian kurang lebih sama dan terletak di wilayah dataran rendah utara Mars serta Valles Marineris, peneliti berpendapat struktur ini menandai batas garis pantai purba. Kemungkinan besar samudra yang pernah mengalir di sana membentang menutupi seluruh belahan utara Mars.

Ilmuwan mengatakan bahwa samudra purba Mars ini setidaknya seluas Samudra Arktik saat ini. "Kami bukan yang pertama mengemukakan hipotesis mengenai keberadaan dan ukuran samudra tersebut," kata Fritz Schlunegger, profesor geologi di University of Bern.

"Namun, klaim-klaim sebelumnya didasarkan pada data yang kurang presisi dan sebagian pada argumen tidak langsung. Rekonstruksi permukaan laut kami didasarkan pada bukti nyata adanya garis pantai tersebut, karena kami dapat menggunakan citra beresolusi tinggi," cetusnya.




(fyk/fyk)
TAGS







Hide Ads