Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Rencana Edan AS Mau Bangun Reaktor Nuklir di Bulan

Rencana Edan AS Mau Bangun Reaktor Nuklir di Bulan


Aisyah Kamaliah - detikInet

Ilustrasi bulan purnama atau full moon
NASA dan Departemen Energi AS rencanakan bangun reaktor nuklir di Bulan. Foto: Freepik/ninjason1
Jakarta -

NASA dan Departemen Energi Amerika Serikat memiliki proyek bersama untuk mengembangkan reaktor fisi nuklir di permukaan Bulan. Menurut pengumuman dari NASA, kedua badan tersebut berharap dapat menyelesaikan fase pengembangan (kemungkinan termasuk pengujian di Bumi) fasilitas ini pada tahun 2030.

Melansir Science Alert, dilansir Senin (19/1/2026) reaktor tersebut bakal dirancang untuk menyediakan daya terus menerus selama bertahun-tahun. Tujuannya untuk melancarkan misi Bulan yang direncanakan, dengan demikian dapat menghilangkan kebutuhan akan pasokan bahan bakar terus-menerus dari Bumi.

"Perjanjian ini memungkinkan kolaborasi yang lebih erat antara NASA dan Departemen Energi untuk memberikan kemampuan yang diperlukan untuk mengantarkan Zaman Keemasan eksplorasi dan penemuan ruang angkasa," kata administrator NASA Jared Isaacman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Membangun reaktor nuklir yang aman dan andal di Bumi saja sudah cukup menantang. Bicara Bulan, pembangunan di sana tentunya memiliki tantangan yang sama sekali berbeda. Kondisi lingkungannya menghadirkan masalah besar bagi desain reaktor fisi, paling besar adalah pengelolaan panas limbah.

Di Bumi, menara pendingin reaktor menggunakan air, yang melepaskan energi berlebih sebagai uap yang terbawa oleh atmosfer. Namun, fluida berperilaku berbeda dalam kondisi gravitasi rendah dan tekanan rendah. Solusi yang mungkin, salah satunya, konduksi padat dan pendingin logam cair. Akan tetapi, masing-masing menambah kompleksitas tambahan pada desain.

Bulan juga tertutup debu. Tidak seperti Mars, dengan badai debu globalnya yang dahsyat, tetapi debu di Bulan bersifat abrasif dan bermuatan elektrostatis oleh radiasi matahari. Debu tersebut menempel pada segala sesuatu, yang berarti setiap mesin yang akan digunakan di Bulan harus dirancang dengan cermat untuk menghindari debu bulan mengganggu kinerja mesin.

Belum lagi perisai radiasi harus cukup kuat untuk melindungi para penjelajah bulan yang bekerja di dekatnya. Semua ini harus cukup kuat sehingga perawatan dan perbaikan akan minimal.

Lebih lanjut, para ilmuwan telah mengerjakan masalah teknis ini selama bertahun-tahun. Rencana saat ini melibatkan perancangan dan pengembangan reaktor yang dapat menyediakan setidaknya 40 kilowatt daya. Jika dianalogikan, energi ini cukup untuk menjalankan sekitar 30 rumah tangga secara terus menerus selama 10 tahun.

Fase desain awal telah selesai. Namun, penerjemahan desain tersebut menjadi perangkat keras yang siap terbang, tentu saja, merupakan proses yang lambat, yang dipengaruhi oleh pendanaan dan regulasi serta rekayasa.

Reaktor fisi di Bulan akan menjadi sumber daya yang luar biasa untuk eksplorasi ruang angkasa. Kendati demikian, pengumuman baru ini menunjukkan bahwa hal itu tetap merupakan ambisi yang butuh waktu panjang.




(ask/fay)





Hide Ads
LIVE