Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Skandal di NUS: Profesor Ternama Dipecat Atas Dugaan Pelecehan

Skandal di NUS: Profesor Ternama Dipecat Atas Dugaan Pelecehan


Fino Yurio Kristo - detikInet

Pelecehan Seksual
Ilustrasi. Foto: iStock
Jakarta -

Shawn Chen Xiaoyuan, profesor teknik biomedis di National University of Singapore (NUS), dipecat atas tuduhan pelecehan seksual. Chen membantah tuduhan tersebut dan berencana untuk mengajukan banding.

Kepada South China Morning Post, pihak NUS yang adalah kampus elit di Singapura bahkan dunia, mengonfirmasi pemecatan dilakukan setelah penyelidikan internal atas dugaan pelecehan verbal dan fisik berulang yang dilaporkan oleh seorang kandidat PhD perempuan awal tahun ini.

Juru bicara Yong Loo Lin School of Medicine, tempat Chen bekerja, menyatakan sang profesor terbukti melanggar peraturan universitas mengenai standar perilaku staf di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Chen membantah segala tuduhan dan menyatakan kekecewaannya atas keputusan universitas. Ia mengaku baru mengetahui adanya tuduhan tersebut pada akhir Juni setelah kembali dari sebuah konferensi di Amerika Serikat.

Pelapor merupakan asisten riset sekaligus mahasiswa paruh waktu yang bergabung di laboratorium Chen Maret lalu. Melalui unggahan di media sosial, pelapor mengklaim bahwa perempuan lain di laboratorium tersebut juga mengalami insiden serupa.

"Pada suatu akhir pekan di musim semi 2025, pembimbing saya memegang tangan kiri saya saat makan malam, memuji penampilan dan tubuh saya, lalu meletakkan tangan kanannya di paha saya," tulis pelapor dalam unggahannya, dikutip detikINET dari VNExpress.

Ia resmi melaporkan kasus ini ke NUS pada 25 Juni dan kemudian pindah ke laboratorium lain. NUS melakukan investigasi internal mulai 30 Juni hingga 19 Desember sebelum akhirnya memutuskan hubungan kerja dengan Chen.

Berasal dari Kota Taixing di Provinsi Jiangsu, Chen meraih gelar PhD kimia dari University of Idaho pada tahun 1999. Sebelum bergabung dengan NUS pada tahun 2020, ia memiliki karier cemerlang sebagai kepala laboratorium di National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat.

Chen merupakan akademisi yang sangat produktif dengan lebih dari 1.000 karya ilmiah yang telah diterbitkan dan menyandang gelar Nasrat Muzayyin Chair Professor dalam bidang Kedokteran dan Teknologi.




(fyk/afr)







Hide Ads