Fenomena langit spektakuler Wolf Moon supermoon akan menghiasi langit malam pada 3 Januari 2026. Kejadian ini menandai puncak supermoon pertama di 2026.
Wolf Moon merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama pertama di musim dingin belahan Bumi utara. Pada 2026 ini, purnama itu akan terjadi ketika Bulan berada sangat dekat dengan Bumi dalam orbitnya (perigee), sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibanding bulan purnama biasa, fenomena yang dikenal sebagai supermoon.
Sebagaimana dikutip dariBBC Sky at Night Magazine, Jumat (2/1/2026) Waktu untuk mengamati Wolf Moon bisa dimulai pada 05:03 pagi waktu New York, 10:03 pagi waktu London, 19:03 waktu Tokyo, 18:03 waktu Beijing, dan 21:03 waktu Sydney. Jika dikonversikan ke dalam waktu Jakarta, Indonesia maka waktu mengamati Wolf Moon bisa dimulai pada pukul 17.03 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat puncak, Bulan akan berada bersinar cerah, menawarkan pemandangan yang menarik bagi pengamat langit dan fotografer.
Hal yang membuat peristiwa kali ini semakin istimewa adalah kedekatan visual antara Wolf Moon dan planet Jupiter di langit senja. Jupiter akan muncul tepat di bawah Bulan, sehingga kedua objek langit ini bisa dilihat berdekatan, terutama saat malam semakin larut.
Fenomena supermoon seperti ini terjadi karena orbit Bulan tidak bulat sempurna; ketika fase purnama bertepatan dengan posisi terdekatnya ke Bumi, ukuran dan kilau Bulan tampak sedikit lebih mencolok. Meski perbedaan ukuran yang sebenarnya kecil, efek visualnya tetap memukau terutama saat Bulan berada dekat dengan garis horizon.
Fenomena Wolf Moon bukan hanya tontonan visual, melainkan bagi banyak budaya tradisional, bulan purnama ini juga menjadi pertanda awal musim dan dinamika alam, termasuk riuhnya alam liar dalam keseimbangan ekosistem.
Dinamakan Wolf Supermoon karena bulan purnama pada bulan Januari dikenal sebagai Wolf Moon. Wolf Moon tahun ini akan menjadi sangat istimewa, karena bertepatan dengan dua peristiwa langit lainnya, memberikan suguhan kosmik langka yang langka.
Pertanyaan berikutnya, apakah fenomena Wolf Moon ini bisa disaksikan dari Indonesia? jawabannya bisa. Sebab, kejadian tersebut merupakan peristiwa astronomi global. Tentunya ada cara menyaksikannya.
Tips melihat Wolf Moon 2026:
- Cari lokasi dengan horizon timur yang luas dan langit gelap untuk menikmati pemandangan terbaik.
- Bulan akan lebih dramatis saat terbit di senja hari, karena atmosfer membuatnya tampak lebih besar dan bernuansa oranye.
- Kamera dengan lensa telefoto atau binokular akan membantu menangkap detail permukaan bulan yang memukau bagi penggemar fotografi malam.
(agt/afr)