×
Ad

Fenomena Ajaib Hutan Pulih Sendiri dan Indonesia Disorot Ilmuwan

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 25 Des 2025 05:45 WIB
Ilustrasi deforestasi. Foto: Reuters/Ueslei Marcelino
Jakarta -

Citra satelit mengungkap fenomena menarik di hutan-hutan dunia. Di tengah laju deforestasi dan krisis iklim, alam menyimpan semacam 'mode pemulihan otomatis' yang sangat kuat.

Studi terbaru yang terbit di jurnal Nature menunjukkan, sekitar 530 juta hektar lahan tropis bekas hutan, berpotensi tumbuh kembali secara alami tanpa perlu ditanami ulang, asalkan dibiarkan dan dilindungi.

Jika regenerasi alami ini terjadi, hutan-hutan tersebut bisa menyerap hingga 23,4 gigaton karbon dalam 30 tahun, sekaligus membantu menekan dampak perubahan iklim. Bonusnya, keanekaragaman hayati pulih, kualitas air membaik, dan iklim lokal jadi lebih stabil.

Lebih Terjangkau dan Berkelanjutan

Peneliti menilai regenerasi alami jauh lebih efisien dibanding reboisasi konvensional. Biayanya bisa serendah USD 5 (Rp 84 ribuan) per acre (1 acre = 4.046,86 meter persegi), sementara penanaman pohon aktif bisa menembus USD 10.000 (Rp 168 jutaan) per acre. Hutan yang tumbuh alami juga cenderung lebih beragam dan stabil dalam jangka panjang.

"Penanaman pohon di lanskap yang terdegradasi dapat memakan biaya besar. Dengan memanfaatkan teknik regenerasi alami, negara-negara dapat mencapai tujuan restorasi mereka secara efektif dari segi biaya," kata Brooke Williams dari Queensland University of Technology dan Institute for Capacity Exchange in Environmental Decisions, dikutip dari Earth.com, Kamis (25/12/2025).

Namun perlu dicatat, pendekatan ini bukan berarti manusia tidak perlu melakukan apa-apa. Upaya sederhana seperti membatasi kebakaran, mengendalikan spesies invasif, atau memasang pagar agar tidak dirusak ternak terbukti dapat mempercepat pemulihan.



Simak Video "Video: Menhut Raja Juli Klaim Angka Deforestasi Hutan Berkurang"


(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork