Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Jangan Kaget, Dulu Satu Hari Tidak Sampai 24 Jam! Ini Bukti Ilmiahnya

Jangan Kaget, Dulu Satu Hari Tidak Sampai 24 Jam! Ini Bukti Ilmiahnya


Rachmatunnisa - detikInet

Bumi mencatat hari terpendek dalam sejarah karena rotasi lebih cepat, mengapa fenomena ini bisa terjadi?
Jangan kaget, dulu satu hari tidak sampai 24 jam! Ini bukti ilmiahnya (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Jauh di masa lalu, satu hari di Bumi tidak berlangsung selama 24 jam seperti sekarang. Penelitian terbaru mengungkap bahwa miliaran tahun lalu, selama hampir satu miliar tahun, durasi satu hari di planet ini 'terkunci' di sekitar 19 jam.

Biasanya, rotasi Bumi melambat secara perlahan akibat tarikan gravitasi Bulan yang memicu pasang surut laut. Proses ini menyerap energi rotasi sehingga hari-hari di Bumi makin panjang. Ilustrasi dari NASA memperkirakan panjang hari bertambah sekitar dua milidetik setiap abad.

Namun, seperti dikutip dari Earth.com, Selasa (23/2/2025) analisis batuan purba dari berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa perlambatan ini tidak selalu berjalan mulus. Data geologi mengungkap adanya periode panjang ketika durasi hari nyaris tidak berubah sama sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Periode paling mencolok terjadi antara dua hingga satu miliar tahun lalu. Saat itu, pengaruh pasang surut laut akibat Bulan hampir sepenuhnya diimbangi oleh pasang surut atmosfer yang dipicu panas Matahari. Ketika keduanya seimbang, rotasi Bumi seolah 'berhenti melambat', membuat panjang hari stabil di angka 19 jam dalam waktu yang sangat lama.

Menariknya, fase ini bertepatan dengan masa awal meningkatnya oksigen di Bumi. Mikroba fotosintetik purba menghasilkan oksigen pada siang hari dan mengonsumsinya kembali pada malam hari. Durasi siang yang relatif singkat diduga membatasi jumlah oksigen yang bisa dilepas ke atmosfer.

Setelah Bumi keluar dari kondisi keseimbangan tersebut, barulah hari kembali memanjang mendekati 24 jam, dan pada saat itu produksi oksigen meningkat pesat. Perubahan ini membuka jalan bagi munculnya kehidupan kompleks.

Meski terjadi miliaran tahun lalu, rotasi Bumi hingga kini masih terus berubah, bahkan dalam hitungan sepersekian milidetik, dipengaruhi oleh angin, arus laut, dan dinamika inti planet. Sejarah panjang itu masih tersimpan dalam batuan, mikroba purba, dan detak halus rotasi Bumi hari ini.




(rns/afr)





Hide Ads