Teror Kodok Tebu Raksasa, Warga Diminta Bunuh Pakai Freezer

Teror Kodok Tebu Raksasa, Warga Diminta Bunuh Pakai Freezer

ADVERTISEMENT

Teror Kodok Tebu Raksasa, Warga Diminta Bunuh Pakai Freezer

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 26 Jan 2023 05:45 WIB
Kodok tebu di Australia
Membasmi kodok tebu di Australia. Foto: Getty Images
Jakarta -

Kodok tebu (Rhinella marina) telah menjadi hama meresahkan di Australia. Bahkan warga pun diminta membantu untuk membasminya, tapi dengan cara sedemikian agar mereka tidak sampai menderita.

Seperti diberitakan, kodok tebu yang rata-rata ukurannya besar ini dulu didatangkan dari benua Amerika ke Australia. Tahun 1935, ratusan atau ada yang menyebutnya ribuan kodok tebu dibawa ke Queensland sebagai upaya mengendalikan kumbang yang merusak tanaman tebu.

Akan tetapi hewan ini begitu cepat berkembang biak dan tak punya predator alami di Australia, terlebih kulitnya beracun. Tahun silam, diperkirakan ada lebih dari dua miliar kodok tebu yang hidup di empat negara bagian Australia dan mereka terus menyebar.

"Kodok tebu sangat beracun bagi spesies asli, sehingga tiap hewan yang coba memakan mereka kemungkinan besar akan mati. Masalah lain adalah kodok tebu nafsu makannya sangat besar, sehingga mereka memakan semua sumber makanan, tak ada yang tersedia untuk spesies asli kita," kata Emily Vincen, pakar spesies invasif.

Nah, lembaga Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals atau RSCPA memberikan panduan untuk membunuh kodok ini dengan 'manusiawi'. Caranya salah satunya dengan memanfaatkan lemari es. Berikut panduan mereka pada penduduk Australia seperti dilihat dari situs resminya, Rabu (25/1/2023):

Mendinginkan lalu membekukan

Studi telah menunjukkan bahwa metode ini mungkin lebih 'manusiawi' daripada metode lain. Tempatkan kodok dalam kantong plastik atau wadah di lemari es pada suhu 4 derajat C selama 12 jam. Kemudian setelah memastikan kodok tidak bergerak, pindahkan ke freezer (suhu -20 derajat C) setidaknya 24 jam untuk membunuh kodok itu tanpa rasa sakit.

Memakai bahan kimia Eugenol

Bahan kimia ini dioleskan sebagai semprotan ke kulit kodok, di bagian belakang yang mudah diakses, yang kemudian akan diserap, menyebabkan kodok mengeras, lalu tidak sadarkan diri dalam beberapa menit. Metode ini relatif cepat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak ada iritasi kulit, rasa sakit, atau pendarahan internal.

Sarung tangan harus selalu dipakai saat menangani kodok. Kodok harus dipastikan mati sebelum dibuang.



Simak Video "Penampakan Kodok Raksasa di Australia yang Disuntik Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT